PEKALONGAN, Realitapublik.id — Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pekalongan menemui kendala serius. Sebanyak 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan terpaksa menghentikan operasional dapur mereka untuk sementara waktu akibat belum cairnya dana dari Badan Gizi Nasional (BGN), Kamis (05/02/2026).
Kondisi ini berdampak langsung pada terhentinya distribusi makanan bagi puluhan ribu penerima manfaat yang tersebar di ratusan lembaga pendidikan dan kelompok rentan lainnya.
Kepala Bidang Diknas Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Ipung Sunaryo, membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, total terdapat 46.710 penerima manfaat yang saat ini tidak mendapatkan pasokan makanan bergizi.
“Dari catatan kami, ada 15 SPPG yang terdampak. Hal ini berimbas pada layanan di ratusan sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk kelompok ibu hamil dan menyusui,” jelas Ipung Sunaryo.
Rincian sasaran yang terdampak meliputi:
TK/PAUD: 138 sekolah.
SD/MI: 107 sekolah.
SMP/MTs: 20 sekolah.
SMA/SMK/MA: 6 sekolah.
Kelompok 3B: 52 orang (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita).
Daftar 15 SPPG yang Mandek di 8 Kecamatan
Penghentian sementara operasional dapur MBG ini tersebar di beberapa titik strategis di wilayah Kabupaten Pekalongan, antara lain:
Kec. Karanganyar: SPPG Karanggondang & SPPG Kulu.
Kec. Wiradesa: SPPG Wiradesa 1, SPPG Bener, SPPG Wiradesa 2, & SPPG Kepatihan.
Kec. Kajen: SPPG Kebonagung, SPPG Nyamok, & SPPG Kalijoyo.
Kec. Kedungwuni: SPPG Pakisputih & SPPG Kedungwuni Timur.
Kec. Buaran: SPPG Coprayan 2.
Kec. Wonokerto: SPPG Bebel.
Kec. Kesesi: SPPG Kesesi.
Kec. Bojong: SPPG Rejosari.
Pihak sekolah dan para orang tua siswa berharap kendala administratif atau penyaluran dana dari pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dapat segera teratasi. Mengingat program ini sangat krusial dalam upaya peningkatan status gizi siswa, keberlanjutan operasional dapur (SPPG) menjadi harapan besar agar target pemenuhan gizi nasional tetap tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan jadwal pencairan dana agar 46 ribu warga Pekalongan tersebut kembali mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis.
Penulis : Fery Eka Saputra
Editor : Chu







