PEMALANG, Realitapublik.id — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kembali memicu bencana hidrometeorologi. Sebuah tebing setinggi 10 meter dilaporkan longsor dan menimpa rumah warga di Dukuh Kalitengah, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Jumat (06/02/2026) sore pukul 16.40 WIB.
Insiden tragis ini memakan korban jiwa setelah seorang anak berusia 9 tahun tertimbun material tanah dan tidak dapat diselamatkan.
Hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai angin kencang telah mengguyur wilayah Watukumpul sejak siang hari. Sekitar pukul 16.40 WIB, tebing yang berada tepat di belakang rumah korban mendadak runtuh. Material tanah langsung menerjang bangunan rumah dan menutup ruas jalan penghubung Jojogan – Cikadu.

Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, mengonfirmasi bahwa saat kejadian terdapat dua orang di dalam rumah, yakni seorang ibu dan anaknya.
“Berdasarkan keterangan saksi, hujan sangat deras sebelum longsor terjadi. Material dari tebing setinggi 10 meter menimpa rumah korban dan menjebak penghuni di dalamnya,” ungkap AKBP Rendy.
Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, bersama warga sekitar langsung melakukan upaya penyelamatan di tengah kondisi cuaca yang masih hujan.
Korban Selamat: Sang ibu, Yuli Yati (35), berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Watukumpul untuk mendapatkan perawatan intensif.
Korban Meninggal Dunia: Sang anak, Kiki Puji Yuliani (9), ditemukan dalam timbunan tanah dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah Kepala Desa Jojogan.
Selain mengevakuasi korban, tim gabungan juga berjibaku membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan utama Jojogan – Cikadu. Jalur ini sangat vital bagi mobilitas warga antar-desa di Kecamatan Watukumpul.
Pihak Kepolisian dan BPBD menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
“Bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan pohon tumbang bisa terjadi kapan saja akibat cuaca ekstrem. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari dua jam, warga di area rawan tebing disarankan untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,” tegas Kapolres Pemalang.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi adanya longsor susulan mengingat curah hujan di wilayah Pemalang bagian selatan masih tergolong tinggi.
Penulis : Fery Eka Saputra







