Antisipasi Dampak Program MBG, Pemprov Jateng Wajibkan Satuan Gizi Kelola Sampah Mandiri

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

SEMARANG, Realitapublik.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah progresif untuk mengatasi potensi lonjakan sampah organik akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah meminta setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri guna mencegah beban berlebih di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Langkah ini diambil mengingat aktivitas dapur SPPG secara langsung meningkatkan timbulan sisa bahan pangan yang jika tidak dikelola, dapat memperburuk kondisi TPA yang sebagian besar sudah mengalami overload.

Baca Juga :  LSM Pejuang 24 Geruduk Dinkes Pekalongan, Pertanyakan Gaji Buta Kepala Puskesmas yang Diduga Absen Berbulan-bulan

 

Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jawa Tengah dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota untuk menyiapkan intervensi teknis di lapangan.

 

“Makan Bergizi Gratis tentu berpengaruh terhadap timbulan sampah. Kami sedang menyiapkan pelatihan bagi dapur MBG untuk mengolah sampah organik tersebut melalui berbagai inovasi yang sudah ada,” ujar Widi Hartanto, Selasa (17/02/2026).

 

Beberapa metode pengolahan yang ditawarkan meliputi:

Budidaya Maggot: Memanfaatkan sisa makanan untuk pakan maggot yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga :  Guru SMK di Besuki Situbondo Dianiaya Siswa Saat Jam Pelajaran, Korban Alami Luka Lebam

Komposter: Mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik.

Lubang Biopori: Optimalisasi resapan khusus sampah organik di area dapur.

 

Meskipun data rinci mengenai jumlah tonase sampah dari SPPG masih bersifat fluktuatif, Widi memastikan tren kenaikan jumlah dapur MBG akan berbanding lurus dengan timbulan sampah. Oleh karena itu, tanggung jawab pengelolaan harus dimulai dari sumbernya (hulu).

 

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sampah diambil lalu dibawa ke TPA. Dapur SPPG harus bertanggung jawab. Kelebihannya, sampah di dapur lebih terkontrol sehingga intervensi dan pengawasannya lebih mudah dilakukan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

 

Selain di area dapur, DLHK juga menyoroti sisa makanan dari siswa yang tidak menghabiskan porsi makannya. Sekolah didorong untuk ikut serta dalam gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya.

 

Imbauan serupa juga ditekankan bagi pengelola pasar, kawasan wisata, hingga perkantoran agar Jawa Tengah dapat mengatasi krisis sampah secara kolektif. Dengan adanya terobosan pengolahan mandiri ini, program nasional MBG diharapkan tidak hanya menyehatkan generasi muda, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis : Fery Eka

Berita Terkait

Refleksi Semangat Kartini: KORLIP Lampung Rodi Sandra Ajak Perempuan Indonesia Terus Bersinar
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas
Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh
Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama
Kabar Gembira! KAI Daop 4 Semarang Aktifkan Kembali Layanan Penumpang di Stasiun Plabuan, Comal, dan Batang per 27 April
Pastikan Tepat Waktu, Satlantas Polres Lampung Utara Kawal Distribusi Makan Bergizi Gratis ke Sekolah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:19 WIB

Refleksi Semangat Kartini: KORLIP Lampung Rodi Sandra Ajak Perempuan Indonesia Terus Bersinar

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 19:26 WIB

Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama

Senin, 20 April 2026 - 18:38 WIB

Kabar Gembira! KAI Daop 4 Semarang Aktifkan Kembali Layanan Penumpang di Stasiun Plabuan, Comal, dan Batang per 27 April

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Pastikan Tepat Waktu, Satlantas Polres Lampung Utara Kawal Distribusi Makan Bergizi Gratis ke Sekolah

Minggu, 19 April 2026 - 21:10 WIB

Resmi Ditutup, Kejurprov Road Race HUT Tubaba ke-17 Sukses Jaring Ratusan Pembalap Antar Provinsi

Berita Terbaru