SEMARANG, Realitapublik.id — Menyikapi tren kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat dengan menyiapkan langkah strategis. Operasi pasar berskala kecil akan digelar di berbagai titik perdagangan untuk mengintervensi harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa meskipun inflasi saat ini masih dalam batas normatif, pemantauan ketat terus dilakukan melalui sistem digital yang telah terintegrasi.
Berbeda dengan operasi pasar besar pada umumnya, kali ini Pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan fokus pada “spot-spot” perdagangan yang dinilai rawan lonjakan harga.
“Direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tapi operasi pasar kecil-kecil yang mengintervensi langsung ke pasar dan spot-spot perdagangan tertentu,” ujar Agustina, Rabu (18/02/2026).
Langkah ini diambil agar distribusi komoditas pangan tetap merata dan harga tidak dipermainkan oleh spekulan di tingkat pengecer.
Wali Kota juga mengingatkan para pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. Menurutnya, kenaikan harga yang tidak terkontrol akan memicu inflasi tinggi yang justru merugikan pedagang itu sendiri dalam jangka panjang.
“Jualan ya boleh saja, tapi harus dipahami kalau kenaikan terlalu tinggi akan menimbulkan inflasi. Kalau ekonomi rontok dan orang tidak punya uang, yang jualan juga tidak akan laku,” jelasnya mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat.
Menanggapi usulan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai layanan BRT gratis dan subsidi air bersih PDAM untuk menekan inflasi, Agustina menyatakan siap menerapkan kebijakan tersebut jika angka inflasi menyentuh level tertentu.
Selain fokus pada pangan, Pemkot Semarang juga telah mengalokasikan anggaran besar untuk kenyamanan warga selama masa hari raya pada penanganan banjir & lingkungan Rp500 Miliar, serta pembangunan infrastruktur Rp1,6 Triliun.
Penulis : Fery Eka







