JEDDAH, Realitapublik.id — Diplomasi kultural Indonesia kembali menorehkan tinta emas di panggung global. Setelah sukses mencuri perhatian di London, Davos, hingga Washington D.C., kini buku “Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program” resmi hadir di kawasan Timur Tengah.
Wakapolri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, menyerahkan langsung buku tersebut kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Yusron Bahauddin Ambary, dalam rangkaian kegiatan Courtesy Call di Jeddah, Kamis (26/02/2026). Penyerahan ini menandai langkah strategis diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang memadukan budaya, kepedulian sosial, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Penyusun buku tersebut, Dirgayuza Setiawan, yang juga menjabat sebagai Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, menegaskan bahwa naskah ini dirancang khusus sebagai instrumen diplomasi negara.
“Buku ini membantu para Duta Besar RI di berbagai negara, termasuk di Jeddah, untuk menjelaskan kepada khalayak internasional tentang kekayaan pangan serta keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia melalui pendekatan budaya yang universal,” ujar Dirgayuza.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto kini telah bertransformasi menjadi sorotan dunia. Dirgayuza mencatat bahwa hingga kini, terdapat 107 negara yang menjalankan program serupa. Namun, Indonesia memiliki keunikan yang tidak dimiliki negara lain:
Keberagaman Lokal: Menu yang disajikan merangkum kearifan lokal dari Sabang hingga Merauke.
Sentuhan Budaya: Implementasi MBG di Indonesia memperkuat identitas budaya sekaligus potensi pangan daerah.
Atensi Global: Program ini telah mendapatkan perhatian khusus dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan forum ekonomi dunia.
Hadirnya “Taste of Nusantara” di Jeddah melengkapi etalase diplomasi kultural Indonesia yang telah menjangkau titik-titik krusial dunia:
London (21 Januari 2026): Diserahkan kepada KBRI London untuk audiensi di Benua Eropa.
Davos, Swiss: Diperkenalkan dalam forum elit World Economic Forum (WEF) sebagai model kebijakan sosial yang komunikatif.
Washington D.C., Amerika Serikat: Diperkenalkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Jeddah, Arab Saudi: Menjangkau pusat perhatian dunia di Timur Tengah.
Sejumlah media internasional menilai langkah ini sebagai pendekatan “Soft Power” baru Indonesia. Melalui kuliner dan kesehatan, Indonesia berhasil menyampaikan pesan kebijakan strategis negara dalam bahasa yang lebih humanis dan mudah diterima lintas bangsa.
Penulis : Tim







