PROBOLINGGO, Realitapublik.id — Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, kembali turun ke lapangan dalam agenda Serap Aspirasi Masyarakat Masa Persidangan III di Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Selain mendengarkan keluhan warga, Misbakhun secara khusus memastikan kebijakan fiskal pemerintah, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berjalan tepat sasaran.
Dalam pertemuan tersebut, Misbakhun menegaskan bahwa negara berkomitmen menjamin kesetaraan akses pendidikan dan kesehatan bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Misbakhun menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan langkah strategis untuk menciptakan generasi emas Indonesia yang mampu bersaing di kancah global.
“Generasi masa depan kita harus dibekali gizi yang cukup agar mampu bersaing dengan negara maju. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp350 triliun, ini adalah investasi jangka panjang yang sepenuhnya diperuntukkan bagi peningkatan kualitas anak-anak Indonesia,” ujar Misbakhun di hadapan warga.
Ia menekankan bahwa program ini telah dirancang secara matang dan melalui kajian mendalam untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi urusan keuangan dan perbankan, Misbakhun menyoroti sisi ekonomi dari program MBG. Melalui keberadaan dapur Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG), pemerintah berupaya menghidupkan ekosistem ekonomi di tingkat desa.
Pemberdayaan UMKM: Melibatkan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan.
Perputaran Uang: Memastikan anggaran negara mengalir dan dirasakan langsung oleh masyarakat kecil di pedesaan.
Kemandirian Lokal: Mendorong produktivitas pangan di wilayah setempat.
“Program ini menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika UMKM lokal dilibatkan, manfaatnya meluas, tidak hanya untuk kesehatan anak tetapi juga untuk kesejahteraan pedagang dan petani kita,” tambahnya.
Terkait maraknya informasi yang simpang siur, Misbakhun mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks. Ia menegaskan bahwa kehadirannya sebagai wakil rakyat adalah untuk memberikan penjelasan yang utuh dan benar mengenai kebijakan negara.
“Tugas kami di DPR RI adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang valid. Setiap kebijakan telah melalui pertimbangan fiskal yang matang demi kepentingan rakyat luas,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana aspirasi warga Banyuanyar Lor dicatat untuk menjadi bahan perjuangan kebijakan di tingkat pusat (Senayan).
Penulis : Saifullah







