BATANG, Realitapublik.id — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Batang pada Rabu sore (04/03/2026) berubah menjadi malapetaka. Hujan deras yang disertai angin puting beliung mengakibatkan serangkaian insiden pohon tumbang di berbagai titik, termasuk jalur utama Pantura Batang-Semarang, yang merenggut tiga korban jiwa.
Perubahan cuaca terjadi sangat cepat. Setelah terpantau cerah sejak pagi, awan hitam pekat mulai menyelimuti langit Batang pada pukul 16.00 WIB, yang kemudian disusul badai besar sekitar pukul 16.30 WIB.
Kapolres Batang, AKBP Veronica, mengonfirmasi bahwa dampak cuaca ekstrem ini tersebar di beberapa kecamatan dengan tingkat kerusakan yang fatal.
Jalur Pantura Subah: Di Jalan Raya Pantura Jatisari, sebuah pohon jati berukuran besar tumbang tepat mengenai sebuah mobil yang sedang melintas. Pengemudi dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terjepit kabin kendaraan.
Desa Gondang: Seorang warga kehilangan nyawa setelah tertimpa tiang listrik. Tiang tersebut roboh setelah terseret akar pohon besar yang tumbang diterjang angin kencang.
Kecamatan Gringsing: Korban jiwa ketiga dilaporkan jatuh di Desa Surodadi. Korban tertimpa batang pohon besar saat berada di pinggir jalan utama.
“Benar, terjadi hujan disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Batang yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang. Tercatat tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini,” ujar AKBP Veronica dalam keterangan resminya, Rabu malam.
Selain menelan korban jiwa, badai juga merusak pemukiman. Di Desa Candi, Kecamatan Bandar, sebuah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon besar sekitar pukul 16.33 WIB. Beruntung, penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum material bangunan runtuh.
Segera setelah badai mereda, petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi-lokasi bencana. Fokus utama petugas adalah mengevakuasi korban dan membersihkan batang pohon yang melintang di jalan nasional guna menghindari kemacetan panjang di jalur Pantura.
Hingga Rabu malam, situasi dilaporkan mulai berangsur pulih. Pihak BPBD memastikan jalur-jalur utama sudah kembali dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolres Batang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini wilayah Jawa Tengah sedang berada dalam puncak cuaca ekstrem yang tidak menentu. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara di tengah hujan lebat, hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho, dan terus pantau informasi resmi dari BMKG,” pungkasnya.
Penulis : Fery Eka spt






