TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dalam memperkuat stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan wilayah utara. Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, bersama Dandim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf. Rony Faturohman, meninjau langsung calon lokasi Markas Komando (Mako) Batalyon TNI AD di Tiyuh Bujung Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Selasa (10/03/2026).
Pembangunan ini merupakan bagian dari rencana strategis TNI di bawah wilayah hukum Pangdam II/Sriwijaya (Korem 043/Gatam) yang memproyeksikan kehadiran satuan tempur baru di wilayah Lampung.
Wakil Bupati Nadirsyah menegaskan bahwa kehadiran Batalyon TNI AD di Pagar Dewa bukan sekadar urusan pertahanan, melainkan pemicu pertumbuhan ekonomi wilayah. Selama ini, jalur penghubung utara-selatan Tubaba didominasi kawasan perkebunan yang relatif sepi dan rawan.
“Program ini adalah instruksi pemerintah pusat melalui TNI yang wajib kita dukung. Kehadiran batalyon nantinya diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan di Kecamatan Pagar Dewa, sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melintasi wilayah ini,” ujar Nadirsyah.
Untuk membangun satu unit batalyon lengkap, dibutuhkan lahan minimal seluas 50 hektare. Saat ini, terdapat beberapa opsi lahan strategis yang tengah digodok oleh tim teknis:
Lahan Hibah Swasta: Tersedia lahan seluas sekitar 72 hektare dari pihak ketiga.
Lahan Eks-HGU: Pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang telah berakhir masa berlakunya pada tahun 2024 dan berpotensi kembali ke negara.
Lahan Tiyuh Bujung Dewa: Lokasi yang diusulkan Pemkab Tubaba dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Dandim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf. Rony Faturohman, menjelaskan bahwa pengecekan lokasi ini bertujuan memastikan lahan yang dipilih memenuhi kriteria teknis militer dan aspek legalitas.
Meski secara prinsip masyarakat Tiyuh Bujung Dewa telah menyetujui pembebasan lahan, pemerintah daerah masih melakukan pendekatan persuasif terkait sisa lahan yang saat ini masih terdapat tanaman perkebunan aktif.
Nadirsyah mengimbau para kepala tiyuh dan tokoh adat di Kecamatan Pagar Dewa untuk bersinergi mensosialisasikan manfaat jangka panjang kehadiran TNI di wilayah tersebut. Jika usulan pembebasan lahan rampung tahun ini, pembangunan fisik diharapkan bisa segera direalisasikan pada anggaran tahun berjalan atau tahun berikutnya. (*)
Penulis : Rody Sandra







