MALANG, [14/3/2026] realitapublik.id – Di bawah temaram lampu aula Swiss-Belinn Hotel, suasana hangat menyelimuti puluhan praktisi hukum yang berkumpul dalam agenda Koordinasi dan Buka Puasa Bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ON Nobile Malang Raya. Acara yang digelar pada Sabtu (14/3) ini bukan sekadar seremoni pengisi bulan suci Ramadhan 1447 H, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkokoh fondasi organisasi di wilayah Malang Raya.
Sekitar 50 advokat, mulai dari jajaran senior yang telah malang melintang di dunia peradilan hingga para advokat muda (junior) yang progresif, tampak melebur dalam satu visi. Kehadiran mereka menegaskan bahwa AAI ON Nobile Malang Raya tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam penguatan internal organisasi.
Ketua DPC AAI ON Nobile Malang Raya, Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., atau yang akrab disapa Sam Tito, memimpin langsung jalannya koordinasi. Dalam orasinya yang lugas namun penuh kekeluargaan, Sam Tito menekankan bahwa tantangan penegakan hukum di masa depan memerlukan organisasi yang solid dan tidak terfragmentasi.
“Momentum Ramadhan ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk melakukan ‘recharge’ mental dan organisasi. Kita ingin membangun rumah yang nyaman bagi seluruh anggota. Dengan komunikasi yang cair dan tanpa sumbatan, saya yakin DPC AAI ON Nobile Malang Raya akan menjadi barometer organisasi advokat yang profesional dan berintegritas di Jawa Timur,” tegas Sam Tito di hadapan para anggota.
Beliau menambahkan bahwa kekuatan seorang advokat tidak hanya terletak pada penguasaan pasal, tetapi juga pada jaringan dan solidaritas antar rekan sejawat. “Ketika organisasi solid, kontribusi kita terhadap penegakan hukum di masyarakat akan jauh lebih terasa dampaknya,” imbuhnya.
Senada dengan Sam Tito, Wakil Ketua DPC AAI ON Nobile Malang Raya, Agus S. Sugianto, S.H., menyoroti budaya organisasi yang egaliter. Menurutnya, salah satu keunggulan AAI ON Nobile adalah tradisi saling asah, asih, dan asuh.
“Di sini, kami mengedepankan prinsip kekeluargaan. Tidak ada sekat atau dinding pemisah antara yang senior dan yang junior. Semua adalah bagian dari satu tubuh besar. Yang senior berbagi kebijaksanaan, yang junior membawa energi dan inovasi. Sinergi inilah yang membuat kita kuat,” ujar Agus dengan penuh optimisme.
Selepas santap berbuka yang penuh keakraban, acara dilanjutkan dengan sesi sharing dan koordinasi formal. Forum ini menghasilkan sejumlah poin penting yang akan menjadi peta jalan (roadmap) organisasi dalam waktu dekat, di antaranya:
– Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab): Langkah awal untuk menentukan arah kebijakan organisasi periode berikutnya.
– Program Retreat Organisasi: Agenda luar kantor yang dirancang untuk mempererat hubungan emosional antar anggota.
– Pelatihan dan Pemantapan Advokat: Serangkaian workshop hukum untuk meningkatkan kualitas pembelaan dan profesionalisme anggota di lapangan.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah profesi advokat sebagai officium nobile (profesi yang mulia).
Dengan berakhirnya acara koordinasi ini, DPC AAI ON Nobile Malang Raya optimis dapat memberikan warna baru dalam dinamika hukum di Malang Raya, sekaligus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat luas.
Penulis : Bil






