PEKALONGAN, Realitapublik.id — Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan 1447 H, Tim Redaksi Realitapublik.id Koordinator Liputan (Korlip) Jawa Tengah menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial. Berkolaborasi dengan LSM Pejuang 24, mereka menggelar aksi berbagi takjil dan santunan anak yatim yang dipusatkan di kawasan ikonik Kota Pekalongan, Minggu (15/03/2026).
Kegiatan bertajuk “Kilau Ramadan 1447 H” ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengejar keberkahan di penghujung bulan suci.
Aksi berbagi dimulai di kawasan Monumen Juang 45, tepatnya di depan Bank Jateng Kota Pekalongan. Ratusan paket takjil dibagikan secara langsung kepada para pengguna jalan, tukang becak, dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Korlip Jawa Tengah Feri Eka Saputra, Kabiro Pekalongan Kota Wildan Purna Irawan, serta Ketua Umum LSM Pejuang 24 Teguh Hadi Santoso beserta jajaran anggotanya.
“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan ladang amal bagi kita semua. Di bulan yang penuh rahmat ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, semata-mata mengharap rida Allah SWT,” ujar Feri Eka Saputra.
Usai pembagian takjil, rangkaian acara berlanjut ke Resto Alam Teduh, Soko Duwet, Pekalongan Selatan. Sembari menunggu azan Magrib, suasana haru menyelimuti lokasi saat tim memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu yang sengaja diundang untuk berbagi keceriaan.
Ketua Umum LSM Pejuang 24, Teguh Hadi Santoso, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak media sangat penting untuk menebarkan energi positif di masyarakat.
“Ini adalah wujud kepedulian organisasi kami. Semoga apa yang kita berikan hari ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, serta masyarakat yang menerima,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Ketua tersebut.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana penuh kekeluargaan. Melalui momen “Kilau Ramadan” ini, Tim Realitapublik.id Jawa Tengah berharap sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat dapat terus terjaga.
Program ini diharapkan tidak berhenti di tahun ini saja, namun dapat kembali terlaksana pada Ramadan 2027 mendatang dengan jangkauan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah.
Penulis : Red







