Transparansi Rekrutmen? Warga Tanah Abang Demo Kantor Pertamina Adera, Ini 5 Poin Tuntutannya

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Lematang menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Pertamina (Persero) Zona 4 Adera Field, Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Selasa (7/4/2026).

Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Lematang menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Pertamina (Persero) Zona 4 Adera Field, Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Selasa (7/4/2026).

PALI, SUMSEL, realitapublik.id – Massa dari Kecamatan Tanah Abang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Lematang menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Pertamina (Persero) Zona 4 Adera Field, Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Selasa (7/4/2026). Massa menuntut keterbukaan proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai selama ini berlangsung tertutup.

 

Aksi yang dipimpin oleh Hadi Prasmana, S.Kom., ini menyoroti minimnya akses informasi bagi masyarakat lokal dalam operasional Adera Field. Sejak pagi, massa telah memadati pintu masuk perusahaan untuk menyuarakan aspirasi mereka.

 

“Ini bukan sekadar soal pekerjaan, ini soal keadilan. Ketika informasi ditutup, maka kesempatan ikut tertutup. Masyarakat lokal jangan sampai hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tegas Hadi dalam orasinya.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

 

Koalisi menilai manajemen Pertamina Adera Field lalai dalam mengawasi vendor dan kontraktor di bawah naungannya. Menurut mereka, sebagai BUMN, Pertamina seharusnya memberikan teladan dalam keterbukaan informasi publik sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 dan regulasi ketenagakerjaan lainnya.

 

Muslim Abdurrasyid, salah satu perwakilan koalisi, menambahkan bahwa kontraktor Pertamina tidak boleh bekerja secara eksklusif. “Semua harus terbuka dan bisa diawasi publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Warga, Yantoni (Gerindra) Gelar Reses, Janjikan Perjuangkan Lapangan Bola dan Infrastruktur jalan

 

Dalam pernyataan resminya, Koalisi Masyarakat Lematang mengajukan lima tuntutan utama:

1. Transparansi Rekrutmen: Seluruh rekrutmen kontraktor (KRP, TKJP, Operator/Helper) wajib melalui Disnakertrans PALI.

2. Sosialisasi Wilayah: Kontraktor wajib berkoordinasi aktif dengan pemerintah desa setempat.

3. Keterbukaan CSR: Mendesak transparansi penggunaan dana CSR Pertamina Adera Field.

4. Lowongan Keamanan: Meminta pembukaan kembali rekrutmen tenaga keamanan (security) yang kosong.

5. Prioritas Tenaga Non-Skill: Membuka rekrutmen tenaga kerja non-skill secara luas di seluruh area rig.

 

Menanggapi aksi tersebut, Humas Adera Field, Samuel, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Field Manager di lokasi.

Baca Juga :  Harga Cabai Mulai Turun, Polres Pasuruan Jamin Stok Pangan Aman

 

Ia menyatakan bahwa pihak perusahaan menerima aspirasi tersebut sebagai bahan evaluasi penting.

 

“Kami menerima masukan ini. Ke depan, sistem rekrutmen akan diperbaiki sesuai SOP yang lebih terbuka, serta melibatkan pemerintah desa dan pihak-pihak terkait,” jelas Samuel.

 

Meski berakhir kondusif di bawah pengamanan ketat personil Polres PALI dan TNI, koalisi mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar hingga ke SKK Migas Pusat jika komitmen tersebut tidak segera direalisasikan.(*)

Penulis : Lidian Heri

Editor : Kim

Berita Terkait

Wujud Dedikasi Akademik: Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis Uji Dua Calon Doktor Ilmu Lingkungan di Unila
Polemik Penyaluran MBG di Desa Surakarta: Warga Keluhkan Larangan Pengambilan yang Diwakilkan
Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel
Hilang 12 Hari di TN Baluran, Penggembala Sapi Ditemukan Meninggal Dunia
Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal
Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan
Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:01 WIB

Wujud Dedikasi Akademik: Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis Uji Dua Calon Doktor Ilmu Lingkungan di Unila

Jumat, 17 April 2026 - 12:10 WIB

Polemik Penyaluran MBG di Desa Surakarta: Warga Keluhkan Larangan Pengambilan yang Diwakilkan

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel

Jumat, 17 April 2026 - 08:57 WIB

Hilang 12 Hari di TN Baluran, Penggembala Sapi Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 18:55 WIB

Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan

Kamis, 16 April 2026 - 16:12 WIB

Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik

Kamis, 16 April 2026 - 14:53 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Kamis, 16 April 2026 - 09:02 WIB

Gempur Rokok Ilegal: Wali Kota Semarang Musnahkan 7,3 Juta Batang Rokok, Selamatkan Negara Rp 7,6 Miliar

Berita Terbaru