PALI, SUMSEL, realitapublik.id – Massa dari Kecamatan Tanah Abang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Lematang menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Pertamina (Persero) Zona 4 Adera Field, Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Selasa (7/4/2026). Massa menuntut keterbukaan proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai selama ini berlangsung tertutup.
Aksi yang dipimpin oleh Hadi Prasmana, S.Kom., ini menyoroti minimnya akses informasi bagi masyarakat lokal dalam operasional Adera Field. Sejak pagi, massa telah memadati pintu masuk perusahaan untuk menyuarakan aspirasi mereka.
“Ini bukan sekadar soal pekerjaan, ini soal keadilan. Ketika informasi ditutup, maka kesempatan ikut tertutup. Masyarakat lokal jangan sampai hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tegas Hadi dalam orasinya.
Koalisi menilai manajemen Pertamina Adera Field lalai dalam mengawasi vendor dan kontraktor di bawah naungannya. Menurut mereka, sebagai BUMN, Pertamina seharusnya memberikan teladan dalam keterbukaan informasi publik sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 dan regulasi ketenagakerjaan lainnya.
Muslim Abdurrasyid, salah satu perwakilan koalisi, menambahkan bahwa kontraktor Pertamina tidak boleh bekerja secara eksklusif. “Semua harus terbuka dan bisa diawasi publik,” ujarnya.
Dalam pernyataan resminya, Koalisi Masyarakat Lematang mengajukan lima tuntutan utama:
1. Transparansi Rekrutmen: Seluruh rekrutmen kontraktor (KRP, TKJP, Operator/Helper) wajib melalui Disnakertrans PALI.
2. Sosialisasi Wilayah: Kontraktor wajib berkoordinasi aktif dengan pemerintah desa setempat.
3. Keterbukaan CSR: Mendesak transparansi penggunaan dana CSR Pertamina Adera Field.
4. Lowongan Keamanan: Meminta pembukaan kembali rekrutmen tenaga keamanan (security) yang kosong.
5. Prioritas Tenaga Non-Skill: Membuka rekrutmen tenaga kerja non-skill secara luas di seluruh area rig.
Menanggapi aksi tersebut, Humas Adera Field, Samuel, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Field Manager di lokasi.
Ia menyatakan bahwa pihak perusahaan menerima aspirasi tersebut sebagai bahan evaluasi penting.
“Kami menerima masukan ini. Ke depan, sistem rekrutmen akan diperbaiki sesuai SOP yang lebih terbuka, serta melibatkan pemerintah desa dan pihak-pihak terkait,” jelas Samuel.
Meski berakhir kondusif di bawah pengamanan ketat personil Polres PALI dan TNI, koalisi mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar hingga ke SKK Migas Pusat jika komitmen tersebut tidak segera direalisasikan.(*)
Penulis : Lidian Heri
Editor : Kim







