Pemerhati Sosial Kritik Rencana Larangan Siswa di Situbondo Bawa Motor

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayadi, SH., Pemerhati Sosial sekaligus Praktisi Hukum.

i

Jayadi, SH., Pemerhati Sosial sekaligus Praktisi Hukum.

SITUBONDO, realitapublik.id – Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo terkait rencana pelarangan siswa membawa kendaraan pribadi ke sekolah mendapat sorotan tajam. Jayadi, seorang pemerhati masalah sosial sekaligus praktisi hukum asal Kecamatan Panji, meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru menerapkan aturan tersebut.

 

Jayadi menegaskan bahwa Disdikbud tidak boleh mengambil langkah “serampangan” sebelum pemerintah mampu menyediakan solusi transportasi massal yang layak, aman, dan terkoneksi dengan baik. Menurutnya, tanpa fasilitas pendukung, kebijakan ini justru akan mengorbankan para pelajar.

Baca Juga :  Panitia Pilkati Daya Sakti Gelar Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Tiyuh

 

“Berangkat ke sekolah akan butuh effort lebih. Anak-anak harus berebut angkutan umum, berdesakan dalam kondisi panas dan lapar. Ini berpotensi membuat mereka sering terlambat,” ujar Jayadi, Senin (13/4/2026).

Baca Juga :  Paskibraka Abab Sukses Kibarkan Bendera, Legislator PALI Beri Pujian Khusus

 

Meski tidak menampik bahwa siswa di bawah umur membawa motor sendiri memiliki sisi negatif, Jayadi menilai fenomena tersebut adalah potret nyata ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang mudah diakses.

 

Ia menyarankan agar para pejabat terkait melakukan studi kelayakan yang mendalam dengan turun langsung ke lapangan sebelum meresmikan kebijakan.

Baca Juga :  Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Persetubuhan Anak, Seorang Pria Diamankan

 

Jayadi menekankan pentingnya bagi pengambil kebijakan untuk merasakan langsung beban yang dihadapi pelajar, terutama saat jam pulang sekolah.

 

“Segala kemungkinan harus dipikirkan, termasuk risiko keamanan bagi pelajar perempuan terhadap potensi kejahatan seksual di transportasi umum yang belum terjamin. Kebijakan pemerintah haruslah membawa manfaat, bukan beban baru,” ujarnya.(*)

Penulis : Kim

Berita Terkait

Dengar Suara Ledakan, Warga Kalisari Bahu-Membahu Selamatkan Nenek Markati dari Kepungan Api
Gandeng Kejari, Pemkab Malang Berhasil Selamatkan Aset Daerah Fantastis Senilai Rp2,065 Triliun.
Kawal Aspirasi Warga Pekalongan Utara, Pejuang 24 Desak Perbaikan Jalan hingga Pembangunan Jembatan
Massa Aksi Demo Bertahan hingga Sore di Gedung DPR, Dinamika Lapangan Semakin Memanas
Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja
Pimpinan DPR Berjanji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Sebelum 15 Desember 2026
Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI
Peringatan Maulid Nabi dan Wilujengan LP2BN Pasuruan di Makam Adipati Wiranegara
Berita ini 156 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Dengar Suara Ledakan, Warga Kalisari Bahu-Membahu Selamatkan Nenek Markati dari Kepungan Api

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Gandeng Kejari, Pemkab Malang Berhasil Selamatkan Aset Daerah Fantastis Senilai Rp2,065 Triliun.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Kawal Aspirasi Warga Pekalongan Utara, Pejuang 24 Desak Perbaikan Jalan hingga Pembangunan Jembatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Massa Aksi Demo Bertahan hingga Sore di Gedung DPR, Dinamika Lapangan Semakin Memanas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Pimpinan DPR Berjanji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Sebelum 15 Desember 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Peringatan Maulid Nabi dan Wilujengan LP2BN Pasuruan di Makam Adipati Wiranegara

Berita Terbaru