TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id – Ratusan aparatur Tiyuh se-Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Tubaba, Kamis. Mereka menuntut segera pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) yang telah tertunda selama enam bulan, sekaligus mengancam akan melakukan mogok kerja jika hak tersebut tidak dibayarkan dalam waktu dekat.
Dalam orasinya, perwakilan massa menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran Siltap sejak setengah tahun lalu ini sangat memberatkan kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka mengaku tetap konsisten menjalankan tugas dan kewajiban pelayanan masyarakat, meski hak yang seharusnya diterima tidak kunjung cair.
“Kami sudah bersabar selama enam bulan. Tetap bekerja melayani masyarakat dan menyelesaikan administrasi tiyuh, namun Siltap kami tidak kunjung dibayarkan. Jika sampai belum ada kepastian pencairan dalam waktu dekat, kami terpaksa menghentikan sementara pelayanan dan mogok kerja,” tegas salah satu juru bicara aksi.
Merespons gelombang protes tersebut, Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, S.P., hadir langsung menemui para peserta aksi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa kendala pencairan Siltap bukan disebabkan oleh kelalaian pemerintah daerah, melainkan karena masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat yang belum masuk ke kas daerah.
“Saya mengerti dan merasakan kesulitan yang Bapak/Ibu aparatur Tiyuh rasakan. Keterlambatan ini semata-mata karena kami masih menunggu aliran dana transfer dari pusat. Begitu dana tersebut kami terima, proses pencairan Siltap akan segera dilaksanakan tanpa menunda lagi,” ujar Novriwan Jaya di hadapan para demonstran.
Bupati berjanji akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan pihak kementerian terkait agar dana tersebut segera diturunkan. Ia pun meminta kesabaran para aparatur Tiyuh sekaligus mengimbau agar roda pelayanan publik di tingkat desa tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Mendengar penjelasan tersebut, para aparatur Tiyuh menyatakan akan memegang janji pemerintah daerah dalam batas waktu yang disepakati. Namun, mereka menegaskan ancaman mogok kerja siap dijalankan sebagai langkah pamungkas jika tidak kunjung ada realisasi nyata.
Pantauan di lokasi, aksi demonstrasi berlangsung secara tertib, aman, dan damai. Massa akhirnya membubarkan diri secara teratur setelah menerima penjelasan langsung dari Bupati Tubaba.(*)
Penulis : Rodi Sandra
Editor : Redaksi






