Arogansi Oknum Pj Kades Selomukti: Ditanya Urgensi Mobil Siaga di Luar Kota, Malah Hina Warga dan Tantang Balik

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

SITUBONDO, Realitapublik.id — Dugaan penyalahgunaan aset negara berupa Mobil Siaga Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, yang terlihat di wilayah Kraksaan, Probolinggo pada hari libur, Minggu (26/04/2026), berbuntut panjang. Alih-alih memberikan klarifikasi transparan, oknum Pj Kepala Desa Selomukti, Jamaluddin, justru menunjukkan sikap anti-kritik dan arogansi verbal saat dikonfirmasi warga.

 

Konflik bermula saat sejumlah warga mempertanyakan melalui pesan WhatsApp mengenai urgensi keberadaan mobil siaga tersebut di luar kabupaten pada hari Minggu. Bukannya menjelaskan tujuan kedinasan atau medis, sang pejabat justru mengeluarkan istilah bahasa Madura yang dinilai menghina.

 

“Rajeh dek adeknya kecil ke belakang! (Besar di depan, kecil ke belakang),” tulis Jamaluddin dalam pesan tersebut. Penggunaan istilah yang identik dengan “Buntok Tekos” (Ekor Tikus) ini dianggap sebagai pelecehan terhadap warga yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial. Saat didesak maksud ucapannya, ia justru berdalih dan menganggap pertanyaan warga sebagai hal yang lucu.

Baca Juga :  Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi: Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400, Dex Series Naik Signifikan

 

Sikap jemawa oknum Pj Kades semakin memuncak saat warga mengingatkan bahwa penggunaan mobil siaga tersebut tengah menjadi sorotan di berbagai grup media sosial. Merasa di atas angin, ia justru menantang warga untuk memviralkan kejadian tersebut.

 

“Ini pertanyaan lucu! Alhamdulillah rami (ramai), trims viralkan saja!” ketusnya dalam pesan singkat yang kini menjadi bukti kuat arogansi pejabat di mata publik.

Baca Juga :  Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara

 

Warga yang geram sempat membalas bahwa penggunaan fasilitas rakyat bukanlah perkara main-main. “Kami rasa tidak ada yang lucu Pak, karena ini bukan lawak,” tegas warga dalam percakapan tersebut.

 

Ketertutupan pihak desa semakin memperkuat dugaan adanya praktik “plesir” menggunakan fasilitas negara. Hingga pesan terakhir dikirimkan, Jamaluddin enggan menyebutkan destinasi spesifik maupun keperluan di luar kota tersebut.

 

“Mau dipakek kemana! Untuk keperluan apa! Itu urusan masyarakat Selomukti! Yang penting digunakan untuk kepentingan positif,” tulisnya pada pukul 20.53 WIB.

 

Jawaban yang ambigu ini justru memicu kecurigaan publik. Jika benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, transparansi mengenai lokasi dan tujuan seharusnya menjadi kunci untuk menghindari fitnah dan dugaan penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah, BMKG: Warga Masyarakat Perlu Waspada Cuaca Extrim (26/4/2026)

 

Berdasarkan aturan, kendaraan operasional desa hanya diperuntukkan bagi kepentingan warga desa dan urusan kedinasan yang sah. Keberadaan mobil tersebut di luar kabupaten pada hari libur tanpa penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan, ditambah respons ofensif dari pihak desa, menciderai martabat pelayan publik.

 

Kini, warga mendesak pihak Kecamatan Mlandingan dan Pemkab Situbondo untuk segera memanggil dan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang bersangkutan agar kegaduhan ini tidak semakin merusak citra pemerintah daerah.

Penulis : Ivan R

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan, Polres Lampung Utara Sosialisasikan Layanan Call Center 110 Kepada Masyarakat
Barang Ghaib” Senilai Rp6,39 M Dimusnahkan, Bea Cukai Pasuruan Hanya Berani Sasar Pengecer
Sabu dalam Bungkus Mie Instan Gagal Masuk Lapas Way Kanan, Kalapas: Kami “Zero Tolerance”!
Daftar Musda Golkar Tubaba, Putra Jaya Umar Usung Misi ‘Bangunkan’ Kader yang Tertidur
Tubaba Semarak Fun Run 2026, Bupati Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Dini 
Akselerasi Sertifikasi Halal, BPJPH Gelar Lampung Halal Market di Tugu Adipura
Coretan Nama Pasien Lain di Kantong Infus: Trauma Rokhmiyati di Ruang Perawatan
Ditinggal ke Pengajian, Rumah Warga di Blimbing Situbondo Dilalap Api 
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:36 WIB

Tingkatkan Pelayanan, Polres Lampung Utara Sosialisasikan Layanan Call Center 110 Kepada Masyarakat

Senin, 27 April 2026 - 16:58 WIB

Barang Ghaib” Senilai Rp6,39 M Dimusnahkan, Bea Cukai Pasuruan Hanya Berani Sasar Pengecer

Senin, 27 April 2026 - 08:17 WIB

Arogansi Oknum Pj Kades Selomukti: Ditanya Urgensi Mobil Siaga di Luar Kota, Malah Hina Warga dan Tantang Balik

Minggu, 26 April 2026 - 18:22 WIB

Daftar Musda Golkar Tubaba, Putra Jaya Umar Usung Misi ‘Bangunkan’ Kader yang Tertidur

Minggu, 26 April 2026 - 16:25 WIB

Tubaba Semarak Fun Run 2026, Bupati Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Dini 

Minggu, 26 April 2026 - 16:19 WIB

Akselerasi Sertifikasi Halal, BPJPH Gelar Lampung Halal Market di Tugu Adipura

Minggu, 26 April 2026 - 15:21 WIB

Coretan Nama Pasien Lain di Kantong Infus: Trauma Rokhmiyati di Ruang Perawatan

Minggu, 26 April 2026 - 09:33 WIB

Ditinggal ke Pengajian, Rumah Warga di Blimbing Situbondo Dilalap Api 

Berita Terbaru