BANJARNEGARA, realitapublik.id — Peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis BMKG menjadi kenyataan pahit bagi warga Dusun Kalideres, Desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Bencana angin puting beliung menerjang permukiman warga pada Rabu (29/04/2026) sore, sekitar pukul 15.00 WIB, dan meninggalkan kerusakan bangunan yang cukup parah.
Fenomena alam yang datang secara tiba-tiba ini berlangsung sangat cepat. Pusaran angin dahsyat menyapu atap-atap rumah warga dalam hitungan menit, menciptakan suasana mencekam di lokasi kejadian.
Muji, salah seorang warga setempat, menceritakan detik-detik mencekam saat angin mulai mengganas sekitar pukul 15.25 WIB. Menurutnya, suara gemuruh angin terdengar sangat keras sebelum akhirnya menerjang rumah-rumah.
“Angin puting beliung datang secara tiba-tiba dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Gerakannya sangat cepat langsung menerjang permukiman kami. Warga sempat panik menyelamatkan diri,” ungkap Muji.
Beruntung, dalam insiden ini dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian material diprediksi mencapai angka yang cukup besar mengingat kerusakan atap rumah yang cukup masif.
Sesaat setelah badai mereda, suasana gotong royong langsung terlihat di Dusun Kalideres. Warga bersama aparat kepolisian dan TNI bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan dan material yang berserakan.
Kapolsek Wanayasa, Iptu Bambang, menyatakan bahwa Forkopimcam bersama pemerintah desa segera turun ke lapangan begitu menerima laporan bencana.
“Petugas gabungan sudah berada di lokasi untuk membantu evakuasi material rumah yang rusak dan mendata warga terdampak. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi bencana susulan,” ujar Iptu Bambang.
Mengutip dari laman resmi Pemkab Banjarnegara, bahwa Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aji Piluroso, mengonfirmasi setelah menerima laporan, tim reaksi cepat BPBD Banjarnegara langsung terjun ke lokasi untuk melakukan assessment dan pendataan.
Berdasarkan data sementara, terdapat 20 Kepala Keluarga (KK) dengan total 84 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana ini. Mayoritas kerusakan terkategori rusak ringan, terutama pada bagian atap seng maupun genteng yang terbawa angin.
Mengingat kondisi cuaca yang sering berubah mendadak dan sulit diprediksi, BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
“Kami meminta warga untuk selalu waspada, terutama jika melihat tanda-tanda perubahan cuaca yang ekstrem secara tiba-tiba, meskipun sedang tidak terjadi hujan,” kata Aji Piluroso dalam keterangannya.
Bencana ini menjadi pengingat bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya di wilayah pegunungan seperti Banjarnegara, bahwa cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi kapan saja. Oleh karena itu, melakukan langkah mitigasi, seperti memangkas dahan pohon yang tinggi dan rimbun di sekitar rumah, jangan diabaikan guna meminimalisir risiko kerusakan saat angin kencang kembali melanda.(*)
Penulis: Fery Eka S
Editor : Red







