TUBABA, realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan gizi masyarakat. Melalui program Sentra Pelayanan Penuh Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG), Tubaba menggelar pelatihan pembekalan keamanan pangan dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Ketahanan di SPPG MBG Makarti 2, Tiyuh Makarti, Kecamatan Tumijajar, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pengelola dapur dengan praktik terbaik guna memastikan aspek keamanan, kebersihan, serta kualitas makanan yang didistribusikan kepada anak-anak penerima manfaat tetap terjaga.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba, para ahli gizi, Kepala SPPG Makarti 2, serta tokoh masyarakat dan agama setempat. Perwakilan Dinas Kesehatan, Eka Warman, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri pada makanan.
“Kami memberikan materi yang komprehensif, mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian. Saat ini, para karyawan SPPG di Kabupaten Tubaba telah teregistrasi di Badan Gizi Nasional (BGN). Ini adalah bentuk semangat bersama untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas,” ujar Eka Warman.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG, Murad, menekankan bahwa standar pengolahan makanan harus dijalankan secara ketat sesuai ketentuan. Ia juga mendorong agar pengelolaan SPPG melibatkan masyarakat sekitar, sehingga program ini tidak hanya memberikan dampak kesehatan, tetapi juga dampak ekonomi lokal.
“SPPG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun budaya peduli dan gotong royong. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini,” tegas Murad.
Murad juga mengingatkan pihaknya untuk senantiasa menjalin koordinasi aktif dengan Puskesmas dan rumah sakit terdekat. “Langkah preventif ini penting dilakukan untuk menjamin keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat secara berkelanjutan,” kata Murad menambahkan.
Kegiatan pelatihan diakhiri dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar setiap anak di Tubaba mendapatkan kesempatan tumbuh kembang optimal. Sesi foto bersama seluruh peserta dan pemateri menutup rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut. (*)
Penulis : Rody Sandra






