Sinergi Puskesmas Mulyorejo dan PMI Lampung Utara Berhasil Kumpulkan 90 Kantong Darah
LAMPUNG UTARA, realitapublik.id — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mulyorejo, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara, sukses menggelar kegiatan donor darah pada Rabu (08/07/2026). Melalui aksi sosial yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Utara ini, sebanyak 90 kantong darah berhasil dikumpulkan.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak. Selain diikuti oleh seluruh petugas Puskesmas Mulyorejo, jalannya donor darah juga dihadiri langsung oleh Kapolsek Bunga Mayang beserta jajaran, serta masyarakat di wilayah kerja puskesmas setempat.
Aksi donor darah keliling ini juga diintegrasikan sebagai bagian dari tindak lanjut Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) guna memastikan kesiapsiagaan kesehatan di tingkat desa. Melalui donor darah sukarela ini, stok darah yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan transfusi bagi pasien yang membutuhkan, seperti penanganan kasus pendarahan ibu melahirkan, korban kecelakaan, transplantasi organ, penderita kanker, anemia, thalassemia, hingga kelainan darah.
Kepala UPTD Puskesmas Mulyorejo, Susilowati, S.ST., berharap kegiatan ini dapat terus mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menjadi pendonor darah rutin. Selain membantu menjaga ketersediaan stok kantong darah di PMI, partisipasi warga juga penting agar data mereka tercatat sebagai donor pendamping yang sewaktu-waktu siap membantu sesama.
“Mendonorkan darah merupakan suatu tindakan yang sangat mulia, karena setetes darah yang kita berikan secara ikhlas sangatlah berarti dan mampu menyelamatkan jiwa mereka yang sedang membutuhkan,” ujar Susilowati di sela-sela kegiatan.
Selain memberikan manfaat besar bagi penerima (resipien), donor darah secara medis juga terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan sang pendonor itu sendiri, di antaranya:
Deteksi Dini Penyakit: Sebelum mendonorkan darah, setiap peserta wajib menjalani skrining pemeriksaan kesehatan. Proses ini efektif sebagai upaya mendeteksi dini sekaligus mencegah penularan penyakit menular melalui transfusi.
Merangsang Produksi Sel Darah Baru: Berkurangnya sel darah setelah mendonor akan memicu sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah merah baru yang lebih sehat dan segar.
Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah: Donor darah secara berkala dapat membantu melancarkan aliran darah, mencegah penyumbatan arteri, serta menjaga kadar zat besi dalam darah tetap stabil.
Menurunkan Kadar Kolesterol: Aktivitas ini turut membantu mengurangi tumpukan kolesterol jahat di dalam tubuh.
Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional: Berbagi kepada sesama terbukti mampu mengurangi tingkat stres, membantu menghilangkan perasaan negatif, dan menjaga stabilitas emosional pendonor.
Melalui sinergi yang kuat antara fasilitas kesehatan, aparat penegak hukum, dan kesadaran masyarakat ini, program donor darah diharapkan dapat menekan Angka Kematian Ibu (AKI) sekaligus menjamin ketersediaan darah yang cukup bagi ibu hamil, bersalin, maupun nifas di Kabupaten Lampung Utara. (*)
Penulis : Rody Sandra







