Brebes, Realitapublik.id – Perusahaan Umum (Perum) Bulog membawa kabar baik terkait ketahanan pangan. Bulog memastikan stok beras untuk wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman guna memenuhi kebutuhan bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir tahun 2026.
Pimpinan Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniati, menyatakan di Brebes pada Sabtu lalu bahwa dari total stok sebanyak 372.362 ton setara beras, sekitar 80% sudah berbentuk beras siap distribusi, sementara sisanya masih dalam proses pengolahan.
“Kami terus melakukan penyerapan gabah petani. Hingga 1 Mei 2026, realisasi serapan telah mencapai 200 ribu ton dari total target tahunan sebesar 374 ribu ton,” ujar Sri Muniati.
Ia menambahkan, saat mendampingi kunjungan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Hekal, capaian serapan hingga akhir April 2026 tersebut sudah menyentuh angka 52% dari target setahun.
Mengingat tingginya target dari pemerintah, Sri mengakui kapasitas gudang induk Bulog saat ini belum mencukupi. Sebagai solusi, Bulog menjalin sinergi dengan pihak swasta dan BUMN untuk penyediaan gudang mitra.
“Alhamdulillah, kapasitas gudang hingga saat ini masih memadai. Kami juga masih membuka penawaran kerja sama gudang untuk mengoptimalkan penyerapan gabah,” jelasnya. Selain fokus pada stok, Bulog tengah mempercepat penyaluran bantuan pangan yang saat ini progresnya sudah mencapai 30% dan ditargetkan rampung akhir Mei 2026.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Hekal, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan mandat dari Fraksi Gerindra untuk memantau langsung fasilitas logistik Bulog di tengah ketidakpastian geopolitik global. Tujuannya adalah memastikan program swasembada pangan berjalan stabil dan terkendali.
“Kabar dari Pimpinan Wilayah Bulog Jateng sangat menggembirakan. Bersama Wakil Bupati Brebes dan Pimpinan Cabang Bulog Tegal, kita melihat langsung bahwa stok sangat mencukupi, bahkan gudang terpantau penuh,” kata Hekal.
Ia juga menekankan pentingnya investasi pada aspek pengemasan dan logistik di masa depan, termasuk melalui keterlibatan Danantara atau skema lainnya, guna mendukung kemandirian pangan nasional.
Hekal mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Brebes dan Tegal, agar tidak panik terhadap isu kelangkaan pangan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Meskipun ada konflik di luar negeri, pemerintah berkomitmen memastikan distribusi tetap lancar dan harga tetap terjangkau,” tegasnya.
Sinergi yang ditunjukkan Perum Bulog bersama para pemangku kepentingan ini menjadi bukti nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.
Penulis : Fery Eka spt






