PROBOLINGGO, realitapublik.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Probolinggo periode 2026–2031 resmi mengantongi legalitas baru. Kepengurusan tersebut menerima Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang diserahkan langsung oleh Ketua DPW PPP Jawa Timur, Arif Winarko, di Kantor DPW PPP Jatim pada Senin (15/6/2026).
Melalui SK yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, posisi nakhoda DPC PPP Kabupaten Probolinggo kembali dipercayakan kepada Mahdi. Dalam menjalankan roda organisasi, Mahdi didampingi oleh Abdul Manaf sebagai Sekretaris dan Amin Haddar selaku Bendahara.
Turunnya SK ini menjadi pemantik awal konsolidasi total bagi partai berlogo kabah tersebut di Probolinggo. Langkah pertama yang diambil oleh jajaran pengurus baru adalah melakukan penataan dan penguatan struktur kelembagaan dari tingkat cabang hingga ke akar rumput.
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Abdul Manaf, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membuang waktu dan akan segera bergerak memperkuat barisan di tingkat bawah.
“Insya Allah kita akan tancap gas untuk menguatkan struktur ke bawah, dengan melakukan penataan PAC (Pengurus Anak Cabang) dan kepengurusan ranting,” ujar Abdul Manaf.
Senada dengan Sekretarisnya, Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Mahdi, menjelaskan bahwa langkah taktis organisasi akan diawali dengan pemantapan internal melalui rapat bersama pengurus harian. Rapat tersebut akan menjadi landasan untuk menyusun agenda besar partai secara berjenjang.
“Tentunya langkah awal kita akan menggelar rapat bersama pengurus harian DPC. Kemudian DPC akan mengadakan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), setelah itu baru kita mengadakan Musyawarah Ranting (Musran),” jelas Mahdi.
Selain fokus pada pembenahan lini internal, PPP Kabupaten Probolinggo juga mulai memanaskan mesin politik untuk menatap Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Target besar telah dipatok demi memperkuat dominasi partai di parlemen daerah.
Saat ini, PPP mengamankan enam kursi di DPRD Kabupaten Probolinggo. Berkaca pada peta kompetisi yang mencakup tujuh daerah pemilihan (dapil), Mahdi optimistis memasang target perolehan yang jauh lebih agresif pada pemilu mendatang.
Jumlah Kursi Saat Ini 6 Kursi DPRD, total wilayah kompetisi 7 Daerah Pemilihan (Dapil)
Target Pileg Berikutnya, minimal 2 kursi untuk setiap Dapil (Total target 14 kursi).
“Kita sekarang punya enam kursi, sedangkan di Kabupaten Probolinggo ini ada tujuh dapil. Target kita ke depan, setiap dapil terisi dua kursi,” tegasnya.
Guna memuluskan target ambisius tersebut, PPP Probolinggo menerapkan strategi rekrutmen yang terbuka dan inklusif. Partai tidak hanya mengandalkan loyalitas kader internal, melainkan membuka ruang lebar bagi tokoh masyarakat maupun figur potensial dari luar struktur partai yang ingin berjuang bersama.
“Kami akan memaksimalkan potensi kader-kader internal, sekaligus membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun dari kalangan masyarakat yang ingin maju sebagai caleg melalui PPP,” pungkas Mahdi. (*)
Penulis : Saifullah






