Asa Baru Ma’adin, Lansia Sebatang Kara Penghuni Gubuk di Gunung Putri Situbondo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kades Gunung Putri, Titin Murtinah (kiri) dan Camat Suboh, Joko Nurcahyo (kanan) saat meninjau Ma’adin.

 

SITUBONDO, realitapublik.id – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Ma’adin, seorang pria lanjut usia (lansia) di Kabupaten Situbondo. Selama bertahun-tahun, ia tinggal sebatang kara di sebuah rumah tidak layak huni (RTLH) di tengah lahan tegalan, Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh.

Gubuk berukuran 4×5 meter yang dihuninya berdinding anyaman bambu (gedeg), beratap asbes, dan beralaskan tanah. Di dalamnya, terlihat ada balai papan sederhana untuk melepas lelah (istirahat), tanpa lemari, ruang mandi, maupun peralatan memasak. Sementara untuk penerangan, pria yang kondisi fisiknya terus melemah akibat faktor usia ini hanya mengandalkan satu titik lampu yang menyambung dari rumah tetangga.

Untuk menyambung hidup, pria berusia 64 tahun yang bekerja sebagai buruh tani ini terkadang menjual kayu bakar. Selebihnya, ia hanya bergantung pada belas kasihan warga sekitar.

Baca Juga :  Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Kondisi tempat tinggal dan sekilas kehidupan Ma’adin ini sempat viral di media sosial TikTok hingga memicu perhatian dari sejumlah pihak.

Harapan baru mulai terbuka bagi Ma’adin setelah Pemerintah Kecamatan Suboh bersama Pemerintah Desa Gunung Putri dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) turun tangan mengunjunginya, pada Kamis (30/7/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar aksi sosial pembagian sembako, melainkan juga untuk melakukan asesmen lapangan. Petugas memeriksa langsung kondisi lingkungan, akses kebutuhan dasar, kondisi sosial, hingga tantangan hidup yang dihadapi Ma’adin sehari-hari.

Dari hasil asesmen, petugas menemukan kendala administratif. Nama Ma’adin tidak tercantum dalam data Administrasi Kependudukan (Adminduk) Desa Gunung Putri. Ia juga tidak mampu menunjukkan KTP maupun dokumen kependudukan lainnya.

Baca Juga :  Perjalanan Linda Benny: Dari Pengusaha Sukses Delanggu hingga Mengemban Amanah Wabup Klaten

Berdasarkan pengecekan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Ma’adin tercatat tidak pernah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Namun, setelah dilakukan pengecekan biometrik, terungkap bahwa Ma’adin memiliki NIK. Ia tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) bersama Mirti (istrinya) beralamat di Dusun Jerukan, Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan. Istrinya tersebut telah lama meninggal dunia.

Menyikapi temuan ini, Pemerintah Desa Gunung Putri dan Pemerintah Kecamatan Suboh menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kepindahan Ma’adin secara resmi menjadi warga Desa Gunung Putri.

Kepala Desa Gunung Putri, Titin Murtinah, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengupayakan pengurusan pindah domisili Ma’adin ke lokasi yang ditempatinya saat ini, yaitu di Dusun Sokaan Utara RT 12 RW 03, Desa Gunung Putri. “Hal ini dilakukan agar akses pembagian bantuan kepada yang bersangkutan ke depannya menjadi lebih dekat dan mudah,” ujar Titin.

Baca Juga :  Anggota DPRD Situbondo Junaidi Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

Sementara itu, Camat Suboh, Joko Nurcahyo, menegaskan bahwa Ma’adin akan segera diusulkan ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) melalui operator desa agar bisa mendapatkan bantuan sosial. Proses pengusulan ini akan berjalan setelah urusan administrasi pindah domisili selesai.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bidang Perkim Dinas PUPP agar yang bersangkutan (Ma’adin) bisa mendapatkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sebab anggaran di APBDes Gunung Putri saat ini berdasarkan laporan yang kami terima, tidak mencukupi,” tutur Joko. (*)

Penulis : Abdul Hakim

Berita Terkait

Intaian Polisi Berbuah Manis, Polres Tubaba Cegat Innova Bermuatan Ribuan Rokok Ilegal, Pemilik Toko Bangunan Diciduk
Merasa Dirugikan Pemberitaan Sepihak, Pemilik Tambang Sebalong Siapkan Langkah Hukum
Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba
Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa
Bawaslu Situbondo: Pilihan di TPS Cuma Sekian Menit, Tapi Tentukan Nasib Bangsa 5 Tahun
Polres Bogor Tangkap Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja 16 Tahun di Sukaraja
Sengketa Tanah KDMP Rejoso Lor Masuki Agenda Gugatan, Penggugat Soroti Ketidakhadiran Jaksa
Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut
Berita ini 274 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Intaian Polisi Berbuah Manis, Polres Tubaba Cegat Innova Bermuatan Ribuan Rokok Ilegal, Pemilik Toko Bangunan Diciduk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Merasa Dirugikan Pemberitaan Sepihak, Pemilik Tambang Sebalong Siapkan Langkah Hukum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Bawaslu Situbondo: Pilihan di TPS Cuma Sekian Menit, Tapi Tentukan Nasib Bangsa 5 Tahun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Polres Bogor Tangkap Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja 16 Tahun di Sukaraja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Sengketa Tanah KDMP Rejoso Lor Masuki Agenda Gugatan, Penggugat Soroti Ketidakhadiran Jaksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Berita Terbaru