GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

MALANG, realitapublik.id — Gelombang kecaman keras terus bermunculan menyusul insiden dugaan penganiayaan yang menimpa anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Mubarok, hingga mengalami luka di bagian bibir dan harus menjalani perawatan medis. Tindakan premanisme yang dibungkus dengan dalih penyampaian aspirasi tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman nyata terhadap tatanan demokrasi dan supremasi hukum.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, H. Fatkhurrozi, S.E., M.M., melontarkan kritik pedas terhadap aksi main hakim sendiri tersebut. Ia menegaskan bahwa ruang publik dan panggung demokrasi di Malang tidak boleh dinodai oleh perilaku barbarian yang mengandalkan otot ketimbang akal sehat.

Baca Juga :  Riuh Benang di Sudut Alun-Alun Besuki: Cerita Pak Farid Bertahan di Antara Belasan Tukang Sol

“Demokrasi itu adu gagasan, adu argumen, bahkan silakan kritik dengan lantang! Tapi kalau tangan sudah melayang dan fisik dirusak, itu bukan lagi perbedaan pendapat—itu murni kejahatan premanisme! Jangan sembunyi di balik topeng ‘menyampaikan aspirasi’ untuk menghalalkan kekerasan,” tegas Fatkhurrozi, Jumat (12/9/2026).

Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Malang, GP Ansor menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Pihaknya mendesak jajaran kepolisian untuk bertindak tegas, cepat, dan tanpa kompromi. Fatkhurrozi menggarisbawahi bahwa aparat tidak boleh terkesan ragu atau ‘lembek’ menghadapi para pelaku kekerasan, demi menjaga rasa aman seluruh warga negara.

Baca Juga :  Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

“Siapa pun pelakunya dan apa pun latar belakangnya, tidak boleh ada yang merasa kebal hukum di tanah Malang! Proses hukum ini harus berjalan objektif, transparan, dan tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan biarkan ada persepsi bahwa hukum tumpul saat berhadapan dengan aksi kejahatan fisik di ruang publik,” lanjutnya.

Baca Juga :  Diteror dan Diancam Dipenjara, Korban Rentenir di Beji Mengadu ke Disperindag

Lebih jauh, GP Ansor mengingatkan seluruh pihak agar tidak memicu eskalasi konflik yang lebih luas, sembari menyerahkan seluruh proses pembuktian kepada aparat penegak hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Malang ini rumah bersama, bukan arena tarung bebas. Silakan bersuara keras, tetapi kekerasan fisik tidak boleh diberi ruang sedikit pun. Polisi harus buktikan bahwa hukum masih punya taring untuk melindungi warga dan menindak tegas siapa saja yang merusak kedamaian,” pungkas Fatkhurrozi.

Penulis : Bil

Berita Terkait

Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo
Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Kaligung di Karanggeneng 
Aksi Premanisme Berkedok Aspirasi di DPRD Malang: Anggota Dewan Disundul dan Dilempar Botol Hingga Dirawat di RS
Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi
Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster
Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan
Heboh ! Penemuan Emas di Sungai Comal Pemalang, Warga Luar Desa Ramai Berbondong-bondong Mendulang
Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:06 WIB

Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo

Minggu, 13 September 2026 - 07:12 WIB

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Kaligung di Karanggeneng 

Sabtu, 12 September 2026 - 23:09 WIB

GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!

Sabtu, 12 September 2026 - 15:50 WIB

Aksi Premanisme Berkedok Aspirasi di DPRD Malang: Anggota Dewan Disundul dan Dilempar Botol Hingga Dirawat di RS

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 22:39 WIB

Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster

Jumat, 11 September 2026 - 21:23 WIB

Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 13:21 WIB

Heboh ! Penemuan Emas di Sungai Comal Pemalang, Warga Luar Desa Ramai Berbondong-bondong Mendulang

Berita Terbaru