SITUBONDO, realitapublik.id – Tradisi sakral Selamatan Desa dan Petik Laut kembali digelar secara meriah oleh masyarakat Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Rangkaian acara adat tahunan ini berlangsung khidmat sejak Senin malam hingga Selasa siang (30/6/2026).
Rangkaian ritual diawali pada Senin (29/6/2026) malam dengan bersholawat dan doa bersama di pendopo kantor desa setempat.

Acara ini dipimpin oleh pemuka agama serta dihadiri jajaran Forpimca Mlandingan, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda setempat.
“Kami semua yang hadir memohon keselamatan, keberkahan, serta perlindungan bagi seluruh warga desa,” tutur salah satu warga desa, Hariyanto, Selasa (30/6/2026).
Harapannya, acara ini dapat lebih mempererat silaturahmi sekaligus menjaga nilai-nilai luhur adat istiadat agar terus lestari di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Hariyanto mengungkapkan bahwa tradisi Selamatan Desa dan Petik Laut di Desa Selomukti memiliki sejarah panjang. “Ritual warisan turun-temurun ini sudah eksis sejak tahun 1980-an, tepatnya saat H. Ridwan menjabat sebagai Kepala Desa Selomukti,” ungkap Hariyanto.
Pantauan, puncak kemeriahan terjadi pada Selasa pagi (30/6/2026) di Pantai Pesisir Selomukti. Diperkirakan ratusan atau bahkan ribuan orang dari desa setempat dan pengunjung dari luar desa memadati area pantai. Sebagian dari mereka ada yang mengikuti dan juga menyaksikan prosesi Larung Sesaji.

Tampak sebuah perahu kecil yang dihias indah diisi dengan sesajen berupa kepala sapi dan hasil bumi. Sebelum dilarung ke tengah laut, perahu kecil ini diarak dengan cara digotong oleh sejumlah orang.
“Perahu kecil yang dihias indah diisi dengan sesajen berupa kepala sapi dan hasil bumi itu sebagai simbol sedekah serta ungkapan rasa terima kasih para nelayan atas melimpahnya hasil laut,” kata Masyudi, warga setempat.
Aroma dupa dan taburan bunga mengiringi prosesi doa bersama di tepi pantai sebelum perahu sesaji tersebut dilarung ke tengah laut menggunakan iring-iringan perahu nelayan.
“Larung saji yang telah dilaksanakan, mengajarkan kita semua untuk selalu menjaga keharmonisan dengan alam dan membuang sifat serakah saat mengambil hasil laut,” tutup Masyudi.
Penulis : Kim







