TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Kondisi bangunan SMP IT As Salam Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, kian memprihatinkan. Kerusakan parah pada bagian atap sekolah dinilai sangat membahayakan keselamatan para siswa dan tenaga pendidik jika tidak segera mendapat penanganan medis/perbaikan fisik dari pihak terkait.

Di tengah komitmen pemerintah meningkatkan mutu pendidikan nasional, keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah ini justru menjadi ancaman keselamatan harian. Ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman kini dibayangi risiko roboh, terutama saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.

Kepala SMP IT As Salam Tumijajar, Siti Rohani, S.Pd.I., M.M., berharap Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat maupun Pemerintah Provinsi Lampung melalui dinas terkait segera melakukan inspeksi dan peninjauan langsung ke lapangan.
“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai menunggu terjadi musibah atau memakan korban jiwa baru ada perbaikan. Keselamatan anak-anak didik adalah hal yang paling utama,” ujar Siti Rohani saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (31/7/2026).

Siti Rohani menjelaskan bahwa gedung yang digunakan saat ini merupakan bekas bangunan Sekolah Dasar (SD) yang didirikan sekitar 20 tahun lalu dan kemudian dibeli oleh pihak yayasan. Seiring berjalannya waktu, fasilitas gedung mengikis dan mengalami kerusakan serius di berbagai titik.
“Fasilitas sarana dan prasarana sekolah kami masih sangat terbatas. Selain kondisi gedung lama yang rusak, saat ini kami menampung sekitar 260 siswa dan santri. Kerena belum memiliki fasilitas asrama yang memadai, sebagian santri terpaksa menumpang di rumah-rumah warga sekitar,” ungkapnya.
Pihak sekolah dan Yayasan As Salam Dayamurni yang beralamat di Jalan Diponegoro, Kelurahan Dayamurni RT 002, Kecamatan Tumijajar ini berharap Dinas Pendidikan segera mengagendakan bantuan rehabilitasi gedung serta fasilitas penunjang lainnya demi kelancaran proses pendidikan.
“Fasilitas pendidikan yang aman dan layak merupakan hak mendasar peserta didik. Kami sangat mengharapkan bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat maupun daerah demi memajukan pendidikan serta menyediakan tempat belajar yang layak bagi para santri,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat terkait rencana tindak lanjut penanganan kerusakan gedung sekolah tersebut. Media ini siap menyediakan ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait. (*)
Penulis : Rody Sandra






