PEKALONGAN, realitapublik.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, menegaskan pentingnya peran media dalam memperkuat, mengawal, serta menjaga kualitas demokrasi. Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan silaturahmi bersama insan media di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jumat (25/9/2026).
Menurut Sumar Rosul, media memiliki posisi strategis dalam kehidupan berdemokrasi karena menjalankan fungsi kontrol sosial, sekaligus menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.
“Media memiliki fungsi kontrol dan fungsi aspiratif. Banyak persoalan dan aspirasi masyarakat yang kami ketahui justru melalui teman-teman media,” ujar Sumar Rosul.
Ia mencontohkan beberapa permasalahan seperti kekeringan, pembangunan infrastruktur, hingga keluhan pelayanan kesehatan yang kerap disampaikan masyarakat kepada wartawan terlebih dahulu, sebelum akhirnya menjadi perhatian pemerintah maupun DPRD.
“Media bisa bergerak cepat ke berbagai pelosok dan mendapatkan informasi langsung dari masyarakat. Karena itu, media menjadi salah satu sumber penting bagi kami untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sumar Rosul menilai fungsi media memiliki kemiripan dengan DPRD, terutama dalam hal pengawasan. Jika DPRD melakukan pengawasan jalannya pemerintahan melalui mekanisme kelembagaan, maka media menjalankan kontrol sosial lewat pemberitaan kepada publik.
Di luar fungsi kontrol dan aspirasi, politisi ini juga mengingatkan bahwa media memegang peran krusial dalam pendidikan politik masyarakat.
“Pendidikan politik bukan hanya mengajarkan masyarakat bagaimana cara memilih saat pemilu. Tetapi juga bagaimana mereka memahami haknya, mengetahui saluran pengaduan, dan menyampaikan aspirasi dengan baik dan benar,” jelasnya.
Ia menilai masyarakat yang memiliki literasi politik serta informasi yang baik tidak akan mudah terpengaruh oleh isu menyesatkan atau dimobilisasi demi kepentingan tertentu. Di era digital saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi adalah masifnya penyebaran hoaks dan disinformasi.
Oleh sebab itu, ia mendorong pers untuk tetap mengedepankan profesionalisme, objektivitas, verifikasi informasi, serta selalu menghadirkan narasumber yang kredibel.
“Media yang objektif dan profesional justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga demokrasi tetap sehat,” tegas Sumar Rosul.
Dalam kesempatan yang sama, Sumar Rosul juga menyinggung persoalan pelayanan kesehatan lokal, khususnya terkait program Universal Health Coverage (UHC) dan kepesertaan BPJS Kesehatan. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menuntut adanya kebijakan yang tepat sasaran agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap terlindungi.
Ia mendorong pemanfaatan data sosial-ekonomi yang lebih akurat dalam menentukan penerima manfaat jaminan kesehatan gratis agar tidak terjadi salah sasaran.
“Jangan sampai ada masyarakat yang sebenarnya tidak mampu, justru kehilangan jaminan kesehatan hanya karena persoalan akurasi data,” tuturnya.

Menutup penyampaiannya, Sumar Rosul menambahkan bahwa kolaborasi antara media, eksekutif, legislatif, penyelenggara pemilu, serta lembaga terkait harus terus diperkuat demi meningkatkan literasi publik sekaligus membentengi masyarakat dari berita bohong.
“Media adalah penghubung vital antara negara dan warga. Penguatan peran media harus menjadi agenda bersama agar demokrasi kita tetap sehat, kredibel, serta bertanggung jawab,” pungkasnya.
Penulis : Feri Eka Spt
Editor : Red






