BANDUNG realitapublik.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan pembangunan jalur kereta api baru yang menghubungkan Jakarta-Bandung-Banjar hingga Pangandaran rampung dalam kurun waktu tiga tahun, bertepatan dengan berakhirnya periode pertamanya menjabat.
Proyek jalur kereta api tersebut direncanakan dimulai pada tahun 2027 dengan fokus utama pada perbaikan dan peningkatan teknologi jalur yang sudah ada.
“Ya saya selesai periode pertama, selesai,” kata Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/11/2025).
Dedi menjelaskan bahwa proyek peningkatan jalur ini akan menelan anggaran sekitar Rp8 triliun. Pembiayaan akan dikelola bersama antara Pemerintah Daerah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Fokus pekerjaannya adalah penguatan infrastruktur dan peningkatan teknologi, bukan pembangunan teknologi baru. Hal ini meliputi Penguatan sistem sinyal, Pengokohan rel dan bantaran dan Pembaruan lokomotif.
Dengan perbaikan menyeluruh ini, Gubernur menargetkan kecepatan kereta api dapat meningkat signifikan. Jalur yang sebelumnya hanya mampu mendukung kecepatan 90-100 kilometer per jam ditargetkan bisa mencapai 160 kilometer per jam.
“Kereta itu kan kecepatannya 120 (kilometer per jam) kemarin ya, kata Direktur Utama PT KAI sekarang itu kecepatannya hanya sekitar 90-100. Nah, nanti itu kecepatannya menjadi 160. Speed-nya naik,” terangnya.
Selain memperkuat jalur, Pemerintah Provinsi juga menyiapkan sinkronisasi dengan infrastruktur darat di sekitar lintasan. Dedi Mulyadi mengatakan, sejumlah lintasan sebidang akan diubah menjadi jembatan layak untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan.
Strategi ini dilakukan karena lambatnya kecepatan kereta sebelumnya disebabkan oleh infrastruktur yang belum memadai, termasuk masih banyaknya jalur sebidang.
Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, proyek ini bukan hanya soal peningkatan layanan transportasi, tetapi juga strategi strategis untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jawa Barat.
Penulis : Lucyana






