KABUPATEN BATANG realitapublik.id – Momen peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kabupaten Batang diliputi rasa haru sekaligus apresiasi. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memberikan penghargaan kepada guru berdedikasi, salah satunya kepada Juwiyah (51), guru honorer TK Marsudi Siwi Ngalian, Limpung.
Di tahun 2025 ini, Juwiyah genap mengabdi sebagai guru TK selama 30 tahun. Meskipun belum diangkat menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ia tetap semangat mengajar, meskipun saat ini hanya menerima gaji Rp450 ribu per bulan.
“Dulu awal ngajar pernah dapat honor Rp25 Ribu. Alhamdulillah sekarang sudah Rp450 Ribu. Disyukuri saja Mas,” ungkap Juwiyah.
Juwiyah mengaku senang masih diperbolehkan mengajar. Namun, ia tidak memungkiri harapannya untuk dapat diangkat menjadi PPPK. Sayangnya, impian tersebut terganjal persyaratan pendidikan.
Juwiyah saat ini hanya mengantongi ijazah D-2 dan sedang menempuh kuliah transfer S-1, tetapi terpaksa harus mengambil cuti.
“Saya sadar, saya masih belum lulus S-1. Saat ini saya hanya mengantongi ijazah D-2, hanya saja terkendala biaya kuliah jadi sekarang harus cuti. Padahal saya juga sudah ikut kelas transfer untuk lanjut S-1,” jelasnya.
Ia berharap suatu saat mendapatkan rezeki untuk melanjutkan kuliahnya, agar dapat terus meng-upgrade ilmu dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi PPPK. Pengabdian Juwiyah selama tiga dekade menjadi cerminan perjuangan guru honorer di pelosok negeri.
Penulis : Fery Eka







