Kematian Mahasiswi di Tiris, BEM UMM Ultimatum Polda Jatim: Transparan atau Kami Turun ke Jalan!

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

MALANG realitapublik.id — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM UMM) menyatakan sikap tegas mengawal proses hukum atas kematian tragis salah satu mahasiswinya di Kecamatan Tiris, Probolinggo. BEM UMM menilai penanganan kasus yang diduga melibatkan oknum aparat kepolisian ini berjalan lambat dan minim transparansi, sehingga mencederai prinsip akuntabilitas institusional.

 

Pernyataan ini muncul setelah adanya kesan stagnasi informasi yang diterima keluarga korban maupun publik sejak insiden tersebut terjadi.

 

Pada 5 Januari 2026, perwakilan BEM UMM bersama elemen mahasiswa Probolinggo melakukan takziah ke rumah duka di Tiris. Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban mengungkapkan kekecewaan mendalam atas minimnya progres penyidikan serta kurangnya komunikasi resmi dari pihak kepolisian.

Baca Juga :  Ratusan Kasus Kebakaran di Indramayu, Aktivitas Bakar Sampah Sembarangan Jadi Pemicu Utama

 

“Keluarga merasa ditinggalkan dalam ketidakpastian. Update mengenai perkembangan kasus sangat minim, padahal ini menyangkut nyawa anggota keluarga mereka,” ungkap perwakilan BEM UMM usai memverifikasi hambatan penyidikan dengan kuasa hukum keluarga.

 

Menindaklanjuti kegelisahan tersebut, BEM UMM mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur pada Rabu (7/1/2026). Namun, hasil audiensi tersebut dianggap belum memberikan jawaban konkret.

 

Presiden Mahasiswa BEM UMM, Wahyuddin Fahrrurrijal, menegaskan bahwa keterlambatan informasi hanya akan memperburuk citra penegakan hukum di mata masyarakat.

 

Baca Juga :  Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

“Kami hadir bukan untuk berkonfrontasi, tetapi memastikan keadilan benar-benar diperjuangkan. Minimnya update resmi memberikan kesan bahwa proses hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Wahyuddin.

 

Sebagai bentuk kontrol sosial akademik, BEM UMM melayangkan tiga tuntutan kepada Polda Jawa Timur:

Usut Tuntas: Polda Jatim wajib menyelesaikan kasus kematian mahasiswi UMM secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Informasi Berkala: Mewajibkan pihak kepolisian memberikan pembaruan (update) penyidikan secara rutin kepada keluarga korban dan publik.

Ketegasan Etik & Pidana: Proses hukum terhadap oknum aparat yang diduga terlibat harus dilakukan secara terbuka, cepat, dan tanpa tebang pilih.

 

Baca Juga :  Diwarnai Drama Pengejaran, Aksi Pencurian Minyak Mentah Pertamina di PALI Berhasil Digagalkan

Menteri Politik, Hukum, dan HAM BEM UMM bersama jajaran Dirjen Aksi memperingatkan bahwa jika pola penanganan yang tertutup ini terus berlanjut, mereka siap menggerakkan massa.

 

“Jika tidak ada kejelasan dan transparansi dari Polda Jawa Timur, BEM UMM akan turun ke jalan. Pengawalan ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai komunitas akademik untuk memastikan hadirnya keadilan substantif,” tulis pernyataan resmi BEM UMM.

 

BEM UMM juga mengimbau seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk tetap mengawal kasus ini secara objektif, menghindari spekulasi di media sosial, dan tetap menghormati privasi keluarga korban yang masih berduka. (*)

Penulis : Tim

Berita Terkait

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa
Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi
Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 
Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses
Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu
Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS
Berita ini 270 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

Berita Terbaru