Kota Pekalongan realitapublik.id – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pekalongan membawa angin segar bagi masyarakat. Dipastikan bahwa, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) untuk tahun keberangkatan 1447 H / 2026 M mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan, R. Antono menjelaskan bahwa, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2025, efisiensi biaya haji berhasil ditekan sehingga meringankan beban finansial jemaah tanpa mengurangi sedikit pun kualitas pelayanan di Tanah Suci.
Ia memaparkan bahwa, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 secara nasional ditetapkan sebesar Rp87.409.366. Angka ini turun sekitar Rp2 juta dibandingkan tahun 2025. Bagi jemaah di Kota Pekalongan, hal ini berdampak langsung pada jumlah pelunasan yang harus dibayarkan.
“Alhamdulillah, tahun ini ada penurunan. Jika tahun lalu pelunasan mencapai angka yang cukup tinggi, tahun ini BIPIH atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah turun menjadi Rp54,19 juta. Artinya, jemaah rata-rata hanya perlu melunasi sekitar Rp25,6 juta setelah dikurangi setoran awal,” ujar R. Antono saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, penurunan ini dimungkinkan berkat skema subsidi dari nilai manfaat dana haji yang dikelola oleh BPKH sebesar Rp33.215.000 per jemaah.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai dampak penurunan biaya terhadap fasilitas, Antono memberikan jaminan tegas. Ia memastikan bahwa, efisiensi anggaran ini murni hasil pengelolaan yang lebih baik, bukan pemotongan fasilitas.
“Kami memastikan bahwa penurunan biaya tersebut tidak mengurangi pelayanan. Kualitasnya tetap sama dan terjaga. Jemaah tetap mendapatkan layanan makan di Mekah dan Madinah sebanyak tiga kali sehari selama 40 hari penuh,” tegasnya.
Terkait proses administratif, Antono mengapresiasi kedisiplinan warga Kota Pekalongan. Proses pelunasan tahap pertama telah ditutup pada 23 Desember 2025, disusul tahap kedua pada 2-9 Januari 2026 yang diprioritaskan bagi pendamping lansia, penyandang disabilitas, dan penggabungan keluarga.
Menariknya, Kota Pekalongan menunjukkan tren positif dalam kesiapan finansial jemaahnya.
“Untuk perpanjangan pelunasan, Kota Pekalongan tidak termasuk di dalamnya karena memang kuota pelunasan sudah terpenuhi dengan baik oleh jemaah kita. Ini menunjukkan kesiapan luar biasa dari warga Pekalongan untuk berangkat ke Tanah Suci,” tambahnya.
Antono berharap, para calon jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan fisik dan mental agar dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan menjadi haji yang mabrur.
“Semoga pelayanan ibadah haji yang sudah baik ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi serta mendapat respons positif dari calon jemaah karena biaya ibadah haji bisa diturunkan,”pungkasnya.
Penulis : Wagiyono







