Tragedi Nyawa Anak 10 Tahun di NTT, MKK: Alarm Kegagalan Sistemik, Nyawa Tak Bisa Ditebus Sembako

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pembina Mujadalah Kiai Kampung, Najib Salim Atamimi

Dewan Pembina Mujadalah Kiai Kampung, Najib Salim Atamimi

Jakarta Realitapublik.id — Forum Mujadalah Kiai Kampung (MKK) Indonesia menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kritik tajam terhadap pemerintah menyusul wafatnya YBR (10), siswa kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT. Bocah tersebut nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi akibat permintaan perlengkapan sekolah yang tidak terpenuhi oleh orang tuanya yang kesulitan ekonomi.

 

MKK menilai tragedi ini bukan sekadar musibah personal, melainkan cerminan kegagalan moral dan tanggung jawab kepemimpinan dalam melindungi anak-anak bangsa dari kemiskinan dan tekanan psikologis.

 

Dewan Pembina Mujadalah Kiai Kampung, Najib Salim Atamimi, menegaskan bahwa respons standar pemerintah berupa santunan dan sembako dianggap tidak menyentuh akar permasalahan.

Baca Juga :  Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

 

“Bagaimana mungkin anak sekecil itu sudah berada pada titik keputusasaan sedalam itu? Nyawa seorang anak tidak dapat ditebus dengan bantuan materi. Empati sejati adalah keberanian mengakui kegagalan sistemik dan bertanggung jawab secara moral,” ujar Najib dalam pernyataan resminya, Jumat (06/02/2026).

 

MKK merumuskan tiga poin krusial sebagai bentuk desakan kepada para pemangku kebijakan, mulai dari tingkat Bupati hingga Kepala Desa:

Pengakuan Kegagalan Sistemik: Kejadian ini merupakan bukti lemahnya jaring pengaman sosial dan sistem perlindungan anak di daerah, bukan sekadar insiden rumah tangga.

Baca Juga :  Gaya Nyentrik Bupati Novriwan Jaya di HUT ke-17 Tubaba: Naik Vespa ke Lapangan Upacara hingga Paparkan SPPG Mandiri

Tanggung Jawab Etis Pemimpin: Pejabat daerah dituntut memiliki rasa malu dan empati tinggi. Keamanan dan kesehatan mental warga adalah tanggung jawab mutlak pemimpin.

Budaya Tanggung Jawab: MKK menekankan bahwa dalam kepemimpinan bermartabat, pengunduran diri adalah bentuk tanggung jawab etis paling tinggi ketika gagal melindungi rakyat, terutama kelompok rentan.

 

Informasi awal menyebutkan YBR merasa sangat kecewa setelah permintaannya untuk dibelikan buku tulis dan pulpen tidak dapat dipenuhi sang ibu karena faktor ekonomi. Hal ini menjadi sorotan tajam karena di usia belia, seorang anak seharusnya mendapatkan jaminan akses pendidikan tanpa harus terbebani oleh ketidakmampuan finansial keluarga.

Baca Juga :  PW dan 5 PD IWO se-Sumsel Resmi Dilantik, Ketum Yudhistira Tekankan Fungsi Kontrol

 

“Jika seorang anak merasa begitu sendirian di tengah negara, maka yang dievaluasi bukan anak itu, melainkan kita semua yang dewasa dan berkuasa,” lanjut Najib.

 

MKK berharap tragedi ini menjadi titik balik bagi perbaikan kebijakan publik, khususnya di bidang kesehatan mental dan jaminan perlindungan anak agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. (*)

Penulis : *Saifullah

Berita Terkait

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas
Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh
Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama
Kabar Gembira! KAI Daop 4 Semarang Aktifkan Kembali Layanan Penumpang di Stasiun Plabuan, Comal, dan Batang per 27 April
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh

Senin, 20 April 2026 - 19:26 WIB

Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama

Senin, 20 April 2026 - 18:38 WIB

Kabar Gembira! KAI Daop 4 Semarang Aktifkan Kembali Layanan Penumpang di Stasiun Plabuan, Comal, dan Batang per 27 April

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Pastikan Tepat Waktu, Satlantas Polres Lampung Utara Kawal Distribusi Makan Bergizi Gratis ke Sekolah

Berita Terbaru