SEMARANG, Realitapublik.id — Memasuki hari ke-6 Ramadhan 1447 H, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyikapi gejolak harga pangan yang mulai membebani masyarakat. Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah cabai rawit merah yang harganya melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram di pasaran.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah melakukan intervensi pasar dengan menyalurkan 3 ton cabai rawit merah bersubsidi ke 15 kabupaten/kota, Rabu (25/02/2026).
Kepala Dishanpan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai saat ini telah mencapai 49% di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram. Penyaluran subsidi ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa.
“Di pasaran, harga cabai rawit merah telah mencapai Rp85.000 per kilogram. Untuk menyikapi kenaikan ini, kami melakukan intervensi dengan menyalurkan 3 ton cabai ke 15 wilayah agar harga di tingkat konsumen bisa ditekan menjadi Rp65.000 per kilogram,” jelas Dyah Lukisari.
Pelaksanaan penyaluran cabai bersubsidi ini dipercayakan kepada Perusda Jateng Agro Berdikari (JTAB). Fokus sasaran adalah daerah-daerah yang bukan merupakan sentra penghasil cabai, sehingga ketergantungan pasokannya sangat tinggi terhadap distribusi luar daerah.
Adapun 15 daerah sasaran tersebut meliputi:
Kota: Semarang, Salatiga, Tegal, Pekalongan.
Kabupaten: Demak, Rembang, Pati, Semarang, Klaten, Tegal, Karanganyar, Jepara, Brebes, Banyumas, dan Sukoharjo.
Langkah strategis Dishanpan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kehadiran pemerintah di tengah fluktuasi harga pangan dinilai sebagai oase bagi warga masyarakat, khususnya para pelaku usaha kuliner dan rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas cabai.
Melalui program ini, diharapkan gejolak harga pangan dapat segera stabil, sehingga umat muslim di Jawa Tengah dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang tanpa terbebani biaya hidup yang meroket.
Penulis : Fery Eka spt







