SEMARANG realitapublk.id – Jantung ibu kota Jawa Tengah “Semarang” kini Tengah dilanda cuaca extrim akibatnya banyak pohon berdiri kokoh pada tumbang akibat kencangnya angin yang menerjang area perkotaan . Langkah gerak cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam penanganan belasan titik pohon tumbang akibat cuaca extrim tersebut dengan membentuk 7 Tim.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengerahkan tujuh tim untuk menangani belasan titik pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda kota tersebut pada Minggu (8/3/2026).
Setiap tim terdiri atas tujuh hingga sepuluh orang. Halniyu disampaikan oleh wali kota Semarang Agustina wilujeng.
Lebih lanjut , Agustina wilujeng mengatakan Pemkot Semarang juga menerjunkan tujuh unit dump truck dan skylift untuk mempercepat proses evakuasi tersebut.
Langkah nyata gerak cepat dilakukan karena pohon tumbang di sejumlah titik menyebabkan kerusakan di kawasan permukiman dan jalan protokol, bahkan menimbulkan korban berjatuhan.
“Korban ada, baik orang, mobil, rumah, hingga bangunan yang tertimpa,” kata Agustina.
Lebih lanjut Agustina menyampaikan, tujuh tim tersebut telah disebar ke berbagai wilayah, mulai dari ring 1, 2, hingga 3, untuk memastikan akses jalan kembali normal dan menekan serendahnya dampak kerusakan akibat insiden tersebut.
“Prioritas tentunya yang berada di pinggir jalan agar tidak mengganggu lalu lintas, serta yang tertimpa pohon dan mobil karena pastinya ada korban,’Ujar Agustina”
Beberapa titik vital, seperti Jalan Kyai Saleh, Gajah Mada, Papandayan, dan kawasan Pamularsih telah berhasil ditangani petugas. Sementara itu, penanganan di Jalan Thamrin masih berlangsung.
Agustina menambahkan, proses evakuasi di Jalan Kepodang kawasan Kota Lama Semarang sempat terkendala akses portal besi. Tim lainnya juga bergerak menuju lokasi tambahan di Watulawang serta Mess Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad).
Sebagai langkah jangka panjang, Agustina mengatakan, Pemkot Semarang terus melakukan pendataan dan pemeliharaan vegetasi di area publik untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Langkah antisipasi tetap dilakukan sambil melaksanakan inventarisasi pohon rawan tumbang, melakukan perapian secara berkala, serta menebang pohon yang berpotensi rawan tumbang,” ujar Agustina.
Pemkot Semarang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur hijau ketika cuaca extrim terjadi.
“Kami melakukan sosialisasi ke masyarakat, baik lisan maupun lewat media sosial dan media massa, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana angin kencang, puting beliung, dan hujan deras agar tidak berada di bawah pohon pada saat bencana terjadi,” katanya.
Penulis : Fery Eka







