LPG Nonsubsidi Naik Drastis 18%: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Tabung 12 Kg Kini Rp 228 Ribu

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, Realitapublik.id — Kabar kurang menggembirakan bagi konsumen energi nonsubsidi. Per Sabtu, 18 April 2026, PT Pertamina resmi menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg dan 5,5 kg dengan kenaikan signifikan mencapai lebih dari 18%.

 

Penyesuaian harga ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan sejak November 2023, menyusul melonjaknya harga minyak mentah dunia akibat dinamika geopolitik global.

 

Berdasarkan data dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, berikut adalah rincian harga terbaru untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat:

Baca Juga :  Bursa Calon Panglima TNI Makin Hangat: Letjen TNI Kunto Arief Wibowo Masuk dalam Radar Alternatif

 

Jenis Produk Harga Lama Harga Baru Persentase Kenaikan

LPG 12 Kg Rp 192.000 Rp 228.000 18,75 %

LPG 5,5 Kg Rp 90.000 Rp 107.000 18,89 %

 

Catatan: Harga di wilayah lain luar Pulau Jawa-Bali disesuaikan berdasarkan biaya distribusi masing-masing daerah.

 

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa kenaikan harga LPG sangat bergantung pada pergerakan harga minyak. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 tercatat meroket ke angka 102,26 dolar AS per barel, naik tajam dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Diduga Tabrak Aturan, Aktivitas Tambang CV Mutiara Timur di Lemahbang Disoal Warga

 

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menambahkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

 

“Kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh eskalasi konflik yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia. Salah satu faktor utamanya adalah terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia,” jelas Laode Sulaeman.

Baca Juga :  Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!

 

Penghentian pelayaran melalui Selat Hormuz serta berbagai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah memperburuk kondisi pasokan energi global. Hal inilah yang memaksa pemerintah dan Pertamina melakukan penyesuaian harga di tingkat domestik agar beban subsidi tidak semakin membengkak.

 

Masyarakat kini berharap ketegangan geopolitik di Timur Tengah segera mereda. Normalnya jalur distribusi energi diharapkan dapat membawa angin segar bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga kembali ke angka yang lebih terjangkau.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka
Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November
Gudang Penimbunan 10 Ton Solar Digerebek, Ditreskrimsus Polda Jateng Tangkap Tersangka SH di Cilacap
Rekam Jejak KH Syukron Ma’mun: Singa Podium dalam Dakwah, Pendidikan, dan Politik
Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas
Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri
Gantikan Darmawan Prasodjo, Suroso Isnandar Resmi Menjabat Direktur Utama PT PLN
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Gudang Penimbunan 10 Ton Solar Digerebek, Ditreskrimsus Polda Jateng Tangkap Tersangka SH di Cilacap

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Rekam Jejak KH Syukron Ma’mun: Singa Podium dalam Dakwah, Pendidikan, dan Politik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Gantikan Darmawan Prasodjo, Suroso Isnandar Resmi Menjabat Direktur Utama PT PLN

Berita Terbaru