realitapublik.id PEKALONGAN – Tragedi memilukan mewarnai persiapan menyambut Idulfitri 1447 H di Kota Pekalongan. Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari 1,5 kilogram bubuk mercon menghanguskan satu rumah dan menyebabkan sembilan orang harus dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 02.15 WIB di Gang 8, RT 03 RW 01, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur. Berdasarkan keterangan saksi, suara dentuman yang sangat keras membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Diketahui, para korban tengah meracik bubuk petasan di sebuah rumah kosong untuk merayakan lebaran. Namun, aktivitas tersebut berubah menjadi petaka ketika bahan peledak seberat 1,5 kg itu terpicu dan meledak secara simultan.
Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa, namun dampak kerusakan dan luka yang ditimbulkan sangat signifikan:
Korban Luka: 9 orang mengalami luka bakar serius dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Kerugian Material: Satu unit rumah hangus terbakar dan mengalami kerusakan struktur yang parah akibat daya ledak yang tinggi.
Pihak Satreskrim Polres Pekalongan Kota telah bergerak cepat dengan mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Jateng untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Petugas sedang melakukan koordinasi dengan Labfor Polda Jawa Tengah untuk menentukan daya ledak dari petasan yang meledak dini hari tadi,” ujar Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, Sabtu (21/3/2026).
Informasi sementara mengungkapkan bahwa bubuk mercon mematikan tersebut didapatkan oleh para korban melalui pembelian daring (online).
Rentetan insiden ledakan mercon di wilayah Jawa Tengah selama Ramadan tahun ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Bahaya mercon bukan sekadar luka bakar ringan, melainkan ancaman cacat permanen hingga kematian.
Mari jadikan momen Idulfitri sebagai hari kemenangan yang penuh kedamaian tanpa harus membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain dengan bermain petasan.
Penulis : Fery Eka spt







