PEKALONGAN, Realitapublik.id — Kota Pekalongan kembali berduka. Belum genap tiga hari setelah insiden ledakan di Noyontaansari, petaka serupa kembali terjadi di wilayah Kuripan Kidul, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Pekalongan Selatan, Senin (23/03/2026) siang.
Ledakan hebat yang berasal dari aktivitas meracik petasan ini menyebabkan satu remaja meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan darurat, sementara dua lainnya mengalami luka serius dan ringan.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, mengungkapkan bahwa insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Tiga remaja diketahui sedang berada di sebuah kebun pisang milik warga setempat. Diduga, dua di antaranya sedang meracik petasan saat salah satu bahan peledak tiba-tiba terpicu dan meledak hebat.
“Dua korban yang meracik petasan mengalami luka bakar serius dan tidak sadarkan diri di lokasi. Sementara satu korban lainnya, yang berada sekitar 15 meter dari titik ledak, terkena serpihan ledakan di bagian kaki kiri,” ujar AKP Setyanto, Senin malam.
Kabar duka terkonfirmasi pada Senin malam pukul 19.30 WIB. Salah satu korban kritis berinisial M. Syafiq (14), yang merupakan pelajar kelas 7 SMP, dinyatakan meninggal dunia di IGD RSUD Bendan Kota Pekalongan.
Hingga berita ini diturunkan, satu korban kritis lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama, sedangkan korban luka ringan telah mendapatkan penanganan medis pada bagian kaki.
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan aktivitas pembuatan petasan secara ilegal, antara lain:
1 buah petasan aktif (tinggi 22 cm, diameter 5 cm).
17 selongsong petasan kosong berbagai ukuran.
AKP Setyanto menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian sangat serius bagi Polres Pekalongan Kota, mengingat ini adalah insiden kedua dalam waktu yang sangat berdekatan setelah kejadian serupa di wilayah Pekalongan Timur pada menjelang Idulfitri kemarin.
“Kami akan meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan secara tegas. Ini tidak bisa dibiarkan karena taruhannya adalah nyawa,” tegas Kasat Reskrim.
Redaksi Realitapublik.id turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya M. Syafiq. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran terakhir bagi seluruh warga.
Ingat! Bermain atau meracik petasan bukan sekadar hiburan, melainkan ancaman nyata yang bisa memicu cacat permanen hingga kematian. Mari jaga keselamatan diri dan keluarga dengan menjauhi bahan peledak jenis apa pun.
Penulis : Fery Eka spt






