SITUBONDO, realitapublik.id — Ratusan warga memadati jalanan Desa Mlandingan, Kabupaten Situbondo, untuk menyaksikan iring-iringan ancak dalam rangka Selamatan Desa dan Petik Laut. Acara tahunan yang menjadi bentuk rasa syukur masyarakat Mlandingan ini berlangsung sangat meriah, Senin (18/5/32026)
Berdasarkan pantauan di lokasi, jalannya pawai mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian. Dalam iring-iringan tersebut, warga membawa ancak berbentuk gunungan dari hasil bumi. Tepat di depan iring-iringan warga yang membawa ancak, sebuah perahu hias berisi sesaji diangkut dengan kendaraan roda empat. Rombongan bergerak dari arah selatan ke utara menuju pantai sebelum sesaji tersebut dilarung ke tengah laut.
Riuh penonton pecah saat penampilan atraktif barongsai dan dentuman musik dari grup marching band yang membawakan lagu-lagu penuh semangat yang membakar antusiasme warga.

Tidak hanya itu, puluhan warga setempat juga turut larut dalam iring-iringan. Mereka tampil memukau dengan mengenakan beragam pakaian adat tradisional yang menambah warna-warni estetika budaya dalam festival tersebut.
Sepanjang rute pawai, penonton yang menyaksikan turut merasa gembira dengan pawai yang merupakan rangkaian acara dalam pelaksanaan tradisi petik laut di Desa Mlandingan.
Salah satu warga, Wati, mengaku turut bangga karena tradisi petik laut yang gelar oleh Pemerintah Desa Mlandingan, merupakan wujud nyata dari pelestarian budaya lokal.
“Saya turut bangga tradisi turun-temurun di desa ini tetap guyub dan lestari. Semoga hasil tangkapan ikan semakin melimpah dan membawa berkah untuk semua warga,” pungkasnya
Arak-arakan budaya dalam rangkaian gelaran petik laut yang berjalan tertib, dan lancar tersebut menjadi magnet budaya yang mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan warisan leluhur.(*)
Penulis : Abdul Hakim






