TUBABA, realitapublik.id– Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemkab Tubaba) bergerak cepat merespons keluhan infrastruktur dengan menetapkan tiga wilayah prioritas penanganan jalan rusak. Langkah taktis ini disepakati dalam rapat koordinasi penanganan jalan di ruang rapat Dinas Perhubungan Tubaba, Jumat (29/05).
Rapat yang dipimpin para Asisten Setdakab Tubaba bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat tersebut menginstruksikan identifikasi titik kerusakan secara cepat di lapangan. Fokus utama perbaikan darurat ini menyasar kawasan rawan kecelakaan, termasuk area sekitar Tugu Rato Nago Besanding, serta jalur vital dari Monumen Empat Marga, RSUD Tubaba, hingga Pasar Panaragan Jaya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkab Tubaba menerapkan tiga kebijakan utama:Penambalan Darurat:
1. Melakukan perbaikan cepat pada lubang jalan yang membahayakan pengendara melalui sistem gotong royong bersama aparat tiyuh/kelurahan dan masyarakat setempat.
2. Imbauan Keselamatan: Meminta para pengguna sepeda motor untuk meningkatkan kewaspadaan dan wajib mengenakan helm demi meminimalkan fatalitas kecelakaan.
3. Regulasi Angkutan Barang: Menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) jangka menengah dan panjang terkait regulasi portal serta pembatasan kendaraan over-tonase yang menjadi pemicu utama kerusakan jalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tubaba saat ini terus mengintensifkan koordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Lampung untuk rencana perbaikan jalan secara permanen.Di samping itu, Pemkab Tubaba menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Karim, warga Tiyuh Gunung Katun Malai. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal setelah menghindari lubang jalan di depan PONED Panaragan Jaya pada Rabu (27/05) malam.
Pemerintah berharap peristiwa tragis serupa tidak terulang kembali. Pemkab Tubaba menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan kualitas infrastruktur demi keselamatan publik di tengah keterbatasan anggaran daerah saat ini.(*)
Penulis : Rodi Sandra
Editor : Saichu






