Dugaan Penipuan Rp60 Juta Stagnan 8 Bulan, Kinerja Polsek Tongas Dipertanyakan

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

i

Gambar ilustrasi

PROBOLINGGO realitapublik.id – Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp60 juta di Polsek Tongas, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan tajam. Laporan masyarakat yang telah berjalan selama sekira delapan bulan dinilai berjalan di tempat tanpa kepastian hukum. Bahkan, pihak pelapor mengaku belum pernah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

 

Kasus ini bermula dari laporan Hadi Widjaja terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret nama Rohim dan Taufik Andriyani Utama. Dalam laporan resmi yang diterima SPKT Polsek Tongas, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp60 juta setelah dijanjikan kerja sama penjualan tanah urug yang diduga fiktif.

 

Hingga saat ini, kejelasan mengenai proses hukum terhadap para terlapor masih dipertanyakan oleh publik.

 

Merespons keluhan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tongas, Nanang, memberikan penjelasan melalui pesan singkat WhatsApp kepada pelapor pada Kamis (28/5/2026).

Baca Juga :  Konsolidasi Akar Rumput, DPD II Golkar Tubaba Gelar Muscam Lambu Kibang dan Targetkan Kemenangan Pemilu

 

Nanang mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan undangan klarifikasi sebanyak dua kali kepada terlapor. Pihak kepolisian bahkan mengantarkan langsung surat tersebut ke wilayah Besuk. Namun, para terlapor tidak kunjung kooperatif.

 

“Kemarin sudah kita kirim undangan klarifikasi 2x mas, saya sendiri yang ngirim undangannya langsung ke Besuk, tapi terlapornya tidak hadir mas,” tulis Nanang dalam pesan WhatsApp-nya.

 

Selain kendala mangkirnya terlapor, Nanang juga menjelaskan adanya hambatan internal berupa pergantian personel akibat meninggalnya penyidik awal yang menangani kasus tersebut.

 

“Penyidik yang menangani sebelumnya, Sdr Agus sudah almarhum mas,” lanjutnya.

 

Pernyataan dari pihak Polsek Tongas tersebut justru memicu pertanyaan baru dari masyarakat. Secara institusi, penanganan perkara pidana seharusnya tetap berjalan secara berkelanjutan dan tidak terhenti karena faktor meninggalnya seorang personel penyidik.

Baca Juga :  Diduga Dianiaya Brutal, Pemuda Seret Nama Bandar Narkoba dan Oknum Polisi

 

Selain itu, tidak adanya SP2HP yang diterima pelapor juga menjadi sorotan. Padahal, SP2HP merupakan hak mutlak pelapor sekaligus kewajiban penyidik demi transparansi penanganan perkara.

 

Ketua Umum LSM AGTIB, Samsul Arifin, selaku pendamping pelapor, mengkritik keras lambatnya respons penegak hukum yang dinilai melukai rasa keadilan masyarakat.

 

“Kami menghormati proses hukum, tetapi masyarakat juga punya hak mendapatkan kepastian hukum. Jangan sampai laporan masyarakat berbulan-bulan tanpa kejelasan dan tanpa SP2HP. Ini bukan perkara kecil karena kerugian korban mencapai Rp60 juta,” tegas Samsul Arifin.

 

Arifin juga mempertanyakan langkah konkret kepolisian setelah upaya klarifikasi awal tidak diindahkan oleh terlapor.

 

“Kalau benar terlapor sudah dipanggil dua kali dan tidak hadir, maka penyidik harus tegas dan profesional. Jangan sampai publik menilai ada pembiaran atau ketidakseriusan dalam penanganan perkara ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Respons Cepat Polres Blitar Kota dan Tim Jibom Brimob Polda Jatim Berhasil Evakuasi Bom Udara Aktif

 

Ia memastikan bahwa LSM AGTIB akan mengawal kasus ini hingga tuntas ke tingkat yang lebih tinggi jika diperlukan.

 

“Kami akan terus mendampingi pelapor. Jika memang diperlukan, kami juga akan menyurati Propam dan meminta atensi dari Polres Probolinggo maupun Polda Jatim agar kasus ini tidak jalan di tempat,” tambahnya.

 

Kasus ini kini menjadi ujian nyata bagi komitmen pelayanan “Presisi” Polri di tingkat sektor (Polsek). Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya responsif dalam menerima laporan, tetapi juga transparan dan serius dalam menuntaskan perkara yang merugikan warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, Arifin menyatakan belum ada penjelasan resmi lebih lanjut dari Polsek Tongas mengenai langkah hukum tegas berikutnya terhadap para terlapor yang mangkir.

Penulis : Tim

Editor : Red

Berita Terkait

Kasus Jasad Perangkat Desa Kalipancur Terkubur Lumpur Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku
Kapolda Jatim Pimpin Sertijab, AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo Resmi Jabat Kapolres Pasuruan Kota
Terpapar Abu ‘Tolato’ Pabrik Gula Wringin Anom, Warga di Situbondo Kirim Surat Terbuka ke Bupati
Persiapan Sambut HUT ke-81 RI di Jatibanteng, Ini Langkah Strategis Forpimca
Sosialisasi Ideologi Pancasila di Tiyuh Wonorejo, Hanifal Tekankan Pentingnya Penguatan Wawasan Kebangsaan
Permohonan Dispensasi Kawin di Batang Meningkat, DP3AP2KB Perketat Benteng Pencegahan
Telan APBN Rp195 Juta, Proyek P3-TGAI di Bandar Sakti Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Pelayanan Presisi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:17 WIB

Kasus Jasad Perangkat Desa Kalipancur Terkubur Lumpur Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:11 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab, AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo Resmi Jabat Kapolres Pasuruan Kota

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:19 WIB

Terpapar Abu ‘Tolato’ Pabrik Gula Wringin Anom, Warga di Situbondo Kirim Surat Terbuka ke Bupati

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:53 WIB

Persiapan Sambut HUT ke-81 RI di Jatibanteng, Ini Langkah Strategis Forpimca

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:32 WIB

Sosialisasi Ideologi Pancasila di Tiyuh Wonorejo, Hanifal Tekankan Pentingnya Penguatan Wawasan Kebangsaan

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:58 WIB

Permohonan Dispensasi Kawin di Batang Meningkat, DP3AP2KB Perketat Benteng Pencegahan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:52 WIB

Telan APBN Rp195 Juta, Proyek P3-TGAI di Bandar Sakti Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:39 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Pelayanan Presisi

Berita Terbaru