Diduga Dianiaya Brutal, Pemuda Seret Nama Bandar Narkoba dan Oknum Polisi

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN, realitapublik.id — Kasus dugaan penganiayaan berat menggegerkan warga Kabupaten Pekalongan. Seorang pemuda berinisial I (23), warga Desa Pacar, Kecamatan Tirto, mengaku menjadi korban penyiksaan brutal yang diduga melibatkan seorang bandar narkoba serta dua oknum anggota kepolisian.

 

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka parah di sekujur tubuhnya, antara lain lebam pada mata, luka robek di pelipis kiri, serta luka bakar di kedua tangan dan leher yang diduga akibat tetesan plastik terbakar.

 

Berdasarkan pengakuan korban, insiden bermula pada Sabtu malam saat dirinya dijemput oleh seorang remaja berinisial G, anak dari pria berinisial S yang disinyalir sebagai bandar narkoba. Korban kemudian dibawa paksa untuk diinterogasi terkait keberadaan seseorang.

Baca Juga :  Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri

 

Di tengah perjalanan, korban mengaku sempat disetrum dan dianiaya sebelum akhirnya berhasil melarikan diri dan bersembunyi di area perkebunan. Namun, pelarian tersebut tak berlangsung lama. Korban kembali ditemukan lalu dibawa ke kediaman S.

 

Di rumah S, korban kembali mengalami tindak kekerasan. Kedua tangannya diikat menggunakan borgol plastik, lalu dipukul menggunakan balok kayu dan bata ringan. Selain disiram bensin, tubuhnya juga ditetesi lelehan sedotan plastik yang dibakar.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Pasuruan Copot Banner Sengketa Lahan Kelurahan Bukir, Warga Pertanyakan Keadilan Penertiban!

 

Tak berhenti di situ, korban mengaku dipaksa mengakui kepemilikan narkotika jenis sabu yang sebelumnya berada dalam penguasaan S. Intimidasi dan pemaksaan pengakuan tersebut diduga dilakukan di hadapan dua oknum anggota polisi yang berada di lokasi kejadian.

 

Menanggapi kejadian ini, kuasa hukum korban, Didik Pramono, S.H., menegaskan bakal membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk oknum polisi yang diduga melakukan pembiaran.

 

“Kami minta kasus ini diproses secara transparan dan berkeadilan sesuai hukum yang berlaku,” tegas Didik.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah di Rejoso Lor Gagal Mediasi, Agenda Dilanjutkan Pembacaan Gugatan dengan Penambahan Pihak Tergugat

 

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara tegas.

 

“Kami akan proses, Mas. Baik pelanggaran disiplin maupun kode etiknya,” ujar AKBP Riki Yariandi.

 

Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan penganiayaan serta keterlibatan pihak-pihak terkait masih dalam penanganan kepolisian. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) sembari menunggu hasil penyelidikan resmi. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Editor : Chu

Berita Terkait

Normalisasi Sungai Kota Pasuruan Dikeluhkan Warga: Antara Anggaran Perbaikan dan Bayang-Bayang “Muspro”
Sinergitas POLRI Bersama Nahdlatul Ulama (NU) Sejalan Dengan semangat Amar ma’ruf Nahi mungkar
Merasa Dirugikan Pemberitaan Sepihak, Pemilik Tambang Sebalong Siapkan Langkah Hukum
Jumat Berkah, Polsek Tumijajar Bagikan Hasil Panen Sawah Kolam Biosaka, Wujudkan Kedaulatan Pangan
Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba
Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa
Sengketa Tanah KDMP Rejoso Lor Masuki Agenda Gugatan, Penggugat Soroti Ketidakhadiran Jaksa
Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Normalisasi Sungai Kota Pasuruan Dikeluhkan Warga: Antara Anggaran Perbaikan dan Bayang-Bayang “Muspro”

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Sinergitas POLRI Bersama Nahdlatul Ulama (NU) Sejalan Dengan semangat Amar ma’ruf Nahi mungkar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Merasa Dirugikan Pemberitaan Sepihak, Pemilik Tambang Sebalong Siapkan Langkah Hukum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Sengketa Tanah KDMP Rejoso Lor Masuki Agenda Gugatan, Penggugat Soroti Ketidakhadiran Jaksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Skandal Dana Hibah KONI Kota Pasuruan 2023–2025: Negara Rugi Ratusan Juta, Ketua Umum dan Bendahara Resmi Ditahan

Berita Terbaru