Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci, Chatib Basri Ungkap Penentu Utama Pelemahan Rupiah

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, realitapublik.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren melemah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran publik terkait dampaknya terhadap stabilitas perekonomian nasional.

 

Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia sekaligus ekonom senior, Chatib Basri, menilai bahwa anjloknya nilai tukar rupiah tidak bisa hanya dilihat dari faktor fundamental konvensional seperti kinerja ekspor-impor atau pertumbuhan ekonomi semata.

 

Berdasarkan analisis data secara kausalitas, Chatib menemukan adanya faktor lain yang jauh lebih dominan memengaruhi sentimen pasar global terhadap mata uang Garuda.

 

“Faktor yang paling besar menjelaskan pelemahan rupiah sebetulnya adalah risiko dari fiskal. Di mana sekitar 23 persen pelemahannya bisa dijelaskan oleh pergerakan Credit Default Swap (CDS),” ujar Chatib Basri saat berbicara dalam acara Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga :  Baru Diresmikan, Jembatan Buk Wedi Pasuruan Ditemukan Retak: Mutu Proyek Miliaran Rupiah Disorot

 

Indikator Credit Default Swap (CDS) merupakan instrumen asuransi terhadap risiko gagal bayar utang suatu negara yang kerap menjadi cerminan tingkat kepercayaan investor asing. Data menunjukkan bahwa pelemahan rupiah sangat sensitif terhadap pergerakan angka CDS tersebut.

 

Ada beberapa poin krusial yang melatarbelakangi dinamika pasar mata uang saat ini:

Tren Memburuk Sejak Awal Tahun: Pemburukan angka CDS Indonesia dilaporkan sudah mulai terlihat sejak bulan Januari 2026, jauh sebelum ketegangan geopolitik global meningkat.

Baca Juga :  Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

Kekhawatiran Defisit Anggaran: Sentimen negatif pasar dipicu oleh keputusan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, yang mengubah outlook ekonomi Indonesia. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran pasar terhadap defisit anggaran yang diproyeksikan mendekati angka 3 persen.

Persepsi Risiko Keuangan: Persepsi pelaku pasar terhadap risiko keuangan negara atau kredibilitas fiskal saat ini memegang peranan yang sangat kuat dalam menentukan arus keluar-masuk modal asing.

 

Meski tekanan terhadap nilai tukar rupiah cukup berat, Chatib Basri menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Menurutnya, Indonesia saat ini sama sekali tidak berada di ambang resesi ekonomi.

 

Baca Juga :  Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap

Hal tersebut didasarkan pada indikator makroekonomi domestik yang dinilai masih menunjukkan performa positif:

Pertumbuhan Ekonomi Stabil: Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di kisaran aman dan stabil, yakni pada rentang 4,5 hingga 5 persen.

Kapasitas Konsumsi Domestik: Daya beli dan aktivitas ekonomi di dalam negeri dinilai masih mampu menopang roda perekonomian dari ancaman perlambatan yang ekstrem.

 

Melalui pengelolaan kredibilitas fiskal yang transparan dan disiplin anggaran yang ketat, nilai tukar rupiah diharapkan dapat segera menguat kembali. Penguatan ini sangat krusial guna menjaga stabilitas harga di tingkat domestik serta membentengi perekonomian nasional dari risiko lonjakan inflasi maupun ancaman resesi ekonomi global.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Kebakaran Sampah di Selowogo Situbondo Nyaris Lumat Rumpun Bambu Milik Warga
Lubang Proyek: Pengendara Dikabarkan Terperosok, Keselamatan Publik Dipertanyakan
Kembangkan Kreativitas Siswa, SDN 3 Suboh Gelar Kegiatan Tengah Semester
Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba Triwulan III 2026, 2.382 Tersangka Diamankan
FOKAL IMM Lampura Dilantik Besok di Pusiban Agung, Suwardi Bakal Luncurkan Buku
Warga Binaan Lapas Kelas IIB Pasuruan Jalani Hak Integrasi, 18 Narapidana Resmi Bebas Syarat
Meriahkan Hari Jadi Besuki, Bursa Mobil se-Jawa Bali APJM Besuki Auto Fair 2026 Resmi Dibuka Besok
Cegah Luntur Digilas Zaman, Hanifal Ajak Warga Tulang Bawang Barat Hidupkan Nilai Pancasila
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kebakaran Sampah di Selowogo Situbondo Nyaris Lumat Rumpun Bambu Milik Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Lubang Proyek: Pengendara Dikabarkan Terperosok, Keselamatan Publik Dipertanyakan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Kembangkan Kreativitas Siswa, SDN 3 Suboh Gelar Kegiatan Tengah Semester

Rabu, 30 September 2026 - 18:43 WIB

Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba Triwulan III 2026, 2.382 Tersangka Diamankan

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

FOKAL IMM Lampura Dilantik Besok di Pusiban Agung, Suwardi Bakal Luncurkan Buku

Rabu, 30 September 2026 - 10:48 WIB

Warga Binaan Lapas Kelas IIB Pasuruan Jalani Hak Integrasi, 18 Narapidana Resmi Bebas Syarat

Selasa, 29 September 2026 - 20:36 WIB

Meriahkan Hari Jadi Besuki, Bursa Mobil se-Jawa Bali APJM Besuki Auto Fair 2026 Resmi Dibuka Besok

Selasa, 29 September 2026 - 16:55 WIB

Cegah Luntur Digilas Zaman, Hanifal Ajak Warga Tulang Bawang Barat Hidupkan Nilai Pancasila

Berita Terbaru