TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, H. Putra Jaya Umar, S.T., meminta aparat kepolisian bertindak tegas dalam menertibkan aktivitas hiburan organ tunggal yang melanggar ketentuan jam malam. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga ketertiban umum serta membentengi generasi muda dari bahaya laten penyalahgunaan narkotika dan minuman keras.
Putra Jaya Umar menegaskan bahwa izin operasional hiburan rakyat di tengah pemukiman warga idealnya dibatasi maksimal hingga pukul 21.00 WIB. Selain batas waktu, jenis musik yang dimainkan juga harus disaring agar tidak memicu perilaku negatif.
“Jangan sampai ada organ tunggal yang beroperasi hingga larut malam. Jika ada acara, batasnya jangan lebih dari jam 9 malam. Itu pun musiknya yang melow-melow saja, jangan ada musik remiks atau koplo (pangi-pangi),” ujar Putra Jaya Umar saat memberikan imbauan kepada masyarakat di Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Minggu (21/6/2026) pagi.
Menurutnya, pembiaran terhadap hiburan malam yang melewati batas waktu berpotensi menciptakan ruang bebas bagi peredaran narkoba dan aktivitas mabuk-mabukan. Kondisi tersebut dinilai sangat mengancam masa depan dan moral generasi penerus di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Ia juga meluruskan bahwa imbauan ini bukan bertujuan untuk mematikan hiburan rakyat, melainkan semata-mata demi menegakkan ketertiban dan kenyamanan bersama.
“Tujuan kami bukan membubarkan hiburan rakyat, melainkan menjaga ketertiban umum. Banyak warga merasa terganggu karena suara bising organ tunggal yang berlangsung hingga larut malam. Beberapa pesta yang kedapatan melewati batas waktu langsung ditindak, diberikan pembinaan, dan diminta segera menghentikan kegiatan,” jelasnya.
Sikap tegas legislator asal Fraksi Golkar ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Ucup, salah seorang warga Tiyuh (Desa) Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, mengaku bahwa aktivitas hiburan yang melewati batas sangat mengganggu waktu istirahat warga.
“Aktivitas organ tunggal di sini terkadang ada yang sampai larut malam. Kami sebagai warga tentu merasa sangat terganggu, terutama saat jam istirahat malam terpaksa terusik oleh suara bising musik,” keluh Ucup.
Di akhir penyampaiannya, H. Putra Jaya Umar, S.T., kembali mengimbau para kepala keluarga, orang tua, dan seluruh lapisan masyarakat di Tulang Bawang Barat untuk aktif mengawasi anggota keluarga mereka. Ia meminta dengan sangat agar seluruh warga menjauhkan diri dan lingkungan dari segala jenis dan bentuk narkoba demi mewujudkan ketahanan keluarga yang sehat dan aman. (*)






