SITUBONDO, realitapublik.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, pada Kamis (16/7/2026), mencatat empat insiden bencana alam yang melanda sejumlah wilayah. Rentetan peristiwa yang dipicu oleh cuaca ekstrem serta kelalaian manusia ini merusak rumah warga dan sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama.
Insiden pertama terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Hantaman angin kencang menyebabkan dinding bagian belakang dan samping rumah milik Mulyadi (54) di Dusun Gudang Utara RT 002 RW 008, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, tiba-tiba ambruk.
Saat kejadian, Mulyadi yang sedang berada di teras rumah terkejut mendengar suara gemuruh hebat. Ketika diperiksa, sebagian besar dinding rumahnya sudah rata dengan tanah.
Bencana berikutnya bergeser ke wilayah pesisir pada Rabu (15/7/2026) siang. Banjir rob disertai gelombang pasang setinggi kurang lebih 2 meter menerjang pesisir Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih.
Akibat kuatnya hantaman ombak, pondasi dan lantai rumah milik Juhari (48) serta Syaiful (40) jebol hingga mengalami kerusakan parah.
Pada Kamis (16/7/2026) pagi, amukan angin kencang melanda wilayah perkotaan, tepatnya di permukiman Jalan Akhmad Yani, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Dua rumah milik Erwin Kurniawan dan Nahar mengalami kerusakan struktural.
Istri Erwin yang saat itu sedang memasak sempat mendengar suara gemuruh dari atap sebelum akhirnya bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Insiden ini membuat atap seng dan asbes di area dapur serta tempat usaha Erwin beterbangan, sementara rumah milik Nahar mengalami kerusakan di ruang tengah.
Masih di hari yang sama, Kamis siang, sebuah pohon Waru berukuran besar tumbang di jalur nasional Pantura, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa. Pohon tersebut roboh dan menutup sebagian badan jalan setelah bagian bawah batangnya rapuh akibat kelalaian warga yang membakar sampah di bawahnya.
Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Banyuwangi maupun sebaliknya sempat mengalami ketersendatan. Penanganan cepat segera dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Tagana, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Dengan menggunakan gergaji mesin (chainsaw), batang pohon berhasil dievakuasi sehingga jalur Pantura kembali lancar.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, memastikan bahwa seluruh rangkaian bencana di empat lokasi berbeda tersebut tidak sampai memakan korban.
“Dari seluruh kejadian tersebut, dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” kata Puriyono pada Kamis (16/7/2026) malam.(*)
Penulis : Abdul Hakim






