Polemik Kenaikan Pendapatan DPRD Kota Pasuruan Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Empati Elite Politik

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PASURUAN, realitapublik.id – Isu lonjakan pendapatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan yang diduga diputuskan secara tertutup memicu gelombang protes dari warga. Kebijakan ini dinilai cederai rasa keadilan di tengah impitan ekonomi dan rendahnya daya beli masyarakat Kota Pasuruan.

 

Tambahan pendapatan para wakil rakyat tersebut disinyalir jauh melampaui rata-rata upah buruh harian maupun Upah Minimum Kota (UMK) Pasuruan. Kesenjangan mencolok ini menajamkan Diskursus publik mengenai prioritas anggaran daerah serta sensitivitas para wakil rakyat terhadap kondisi riil pemilihnya.

Baca Juga :  Diduga Bikin Onar, Sejumlah Anggota Gangster Babak Belur Dimassa Warga

 

Tanggapan pro dan kontra pun mengemuka dari berbagai elemen masyarakat Kota Pasuruan.

 

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPK Barata (menilai tambahan pendapatan tersebut masih masuk akal mengingat bobot tanggung jawab politik yang diemban legislatif.

 

“Terkait polemik pendapatan DPRD Kota Pasuruan yang diduga naik 1.200 dan tidak dipublikasikan, kami memandang hal tersebut wajar. Ada 30 anggota legislatif yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran dan pelayanan bagi sekitar 280 ribu warga Kota Pasuruan,” ujar Irfan dari LPK Barata, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga :  Dugaan Penggelapan Motor di Purwosari Jalan di Tempat, Korban Kecewa Kinerja Polsek

 

Namun, argumen tersebut ditolak keras oleh tokoh masyarakat lokal. Nada kekecewaan mendalam disampaikan oleh M. Hasan Kuk, tokoh masyarakat asli Kota Pasuruan, yang mengecam keputusan tersebut.

Baca Juga :  Prof. Warsito Lepas Ribuan Peserta Semadap Blaze Fun Walk 2026 Darul Fattah

 

“Mesisan ajur wes (Sekalian hancur saja sudah),” cetus Hasan Kuk dengan nada satir merespons naiknya tunjangan legislatif di tengah keresahan ekonomi warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, transparansi mengenai angka pasti dan payung hukum kenaikan pendapatan DPRD Kota Pasuruan masih dinantikan publik secara mendalam. (S)

 

 

 

Editor : Red

Berita Terkait

Diduga Bikin Onar, Sejumlah Anggota Gangster Babak Belur Dimassa Warga
Kabut Asap Karhutla Memburuk, Kualitas Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya
Seolah Kebal Hukum, Lapak Obat Keras Belakang Pasar Laladon Masih Bebas Beroperasi
Tiga Kadus Baru Desa Sumberanyar Resmi Dilantik, Plt Camat Mlandingan: SK Jangan ‘Epasakolah’
Sidang Sengketa Tanah Desa Rejoso Lor Deadlock, Pihak Penggugat Bersiap Lapor ke KPK dan DPR RI
Aliansi Poros Tengah Soroti Raperda PDRD Kota Pasuruan: Pertanyakan Tarif dan Transparansi Formula
Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda
Penuh Kehangatan, Kecamatan Jatibanteng Gelar Lepas Sambut Plt. Camat
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Diduga Bikin Onar, Sejumlah Anggota Gangster Babak Belur Dimassa Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Kabut Asap Karhutla Memburuk, Kualitas Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Seolah Kebal Hukum, Lapak Obat Keras Belakang Pasar Laladon Masih Bebas Beroperasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Tiga Kadus Baru Desa Sumberanyar Resmi Dilantik, Plt Camat Mlandingan: SK Jangan ‘Epasakolah’

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Sidang Sengketa Tanah Desa Rejoso Lor Deadlock, Pihak Penggugat Bersiap Lapor ke KPK dan DPR RI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Aliansi Poros Tengah Soroti Raperda PDRD Kota Pasuruan: Pertanyakan Tarif dan Transparansi Formula

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Polemik Kenaikan Pendapatan DPRD Kota Pasuruan Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Empati Elite Politik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

Berita Terbaru