Emak-Emak Pasar Kebonagung Gruduk Pemkot Pasuruan Dengan Adanya Portal Parkir Pasar Jadi Sepi

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, RealitaPublik – Aksi emak-emak pedagang pasar Kebonagung kini gruduk Kantor Walikota Pasuruan permintaan para pedagang agar 3 pintu keluar masuk akses ke pasar Kebonagung dibuka seperti semula. Rabu (10/01/2024)

Kini Pemerintah merespon aspirasi ibu-ibu untuk menghentikan sementara uji coba penerapan  portal pintu masuk Pasar Kebonagung Kota Pasuruan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Adi Wibowo usai mendengar keluhan para pedagang pasar dalam audiensi di ruang Suropati, Sekretariat Pemerintah Kota Pasuruan.

Adi Wibowo mengatakan, keputusan itu diambil setelah sharing dengan beberapa pedagang  yang mengeluhkan sepinya pengunjung pasar sehingga berdampak pada menurunnya omset hingga 80%.

Menurut Adi Wibowo, menghentikan untuk sementara waktu pelaksanaan portal tersebut untuk dilakukan kajian lebih dalam lagi berkaitan dengan  infrastruktur fisik maupun infrastruktur sosial di pasar Kebonagung.

“kita pending dulu  uji coba penerapan portal. Kita kaji lebih dalam lagi infrastruktur fisik dan infrastruktur sosialnya.  Sebenarnya pemerintah sudah melakukan kajian dan sosialisasi. Mungkin persepsi sosialisasi ini tidak bisa diseragamkan dari kacamata pemerintah saja,” ucap Mas Adi panggilan Adi Wibowo.

Baca Juga :  Kilas Balik HJB Ke-251: Merawat Napas Sejarah Kota Tua Besuki Sejak Era Ki Pate Alos

Dia menambahkan, batas waktu penghentian masih belum ditentukan karena menunggu hasil kajian lanjutan terkait infrastruktur  fisik pasar dan infrastruktur sosialnya.

Foto istimewa: Emak-emak saat mau berangkat aksi demo ke Pemkot Pasuruan

Diketahui, ratusan pedagang  Pasar Kebonagung mendatangi Pemkot Pasuruan di jalan Pahlawan, Kota Pasuruan, Rabu (10/01/24).

Para Pedagang katakan, saat ini hanya difungsikan 2 pintu saja, yang terdiri dari 1 pintu masuk di sebelah Barat dan 1 pintu keluar di sebelah Selatan. Inilah penyebab aksi spontanitas ratusan pedagang dilakukan untuk menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintah Kota Pasuruan.

Dampak dari itu, para pengunjung pasar yang ingin masuk dari ke-2 pintu sebelah Selatan enggan memutar ke pintu masuk sebelah Barat. Akibatnya, para pengunjung pasar Kebonagung lebih memilih berbelanja di pedagang kaki lima di sepanjang jalan.

Baca Juga :  RSUD Grati Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis, Manfaatkan Teknologi 3D ABUS

Dalam audensi di ruang Suropati, Sekretariat Pemerintah Kota Pasuruan. pagi itu, 15 perwakilan para pedagang pasar Kebonagung mengungkapkan semua keluh kesahnya. Mereka menginginkan pemerintah lebih bijak untuk memfungsikan kembali ke-3 pintu keluar masuk pasar Kebonagung seperti semula, agar tidak berdampak pada pendapatan para pedagang.

Menurut Sapa’ah warga Pasrepan, adanya parkir eletronik yang berlaku sejak 1 Januari 2024, dirinya merasa dirugikan. Pelanggan sebagian besar pembeli pindah ke Pasar Besar yang berada di Soekarno Hatta dan Pasar Gading.

“Karena ada parkir elektronik, pembeli tidak mau masuk ke area pasar. Parkir juga mahal, yakni Rp 3.000. Pembeli juga mengeluhkan area pintu selatan yang ditutup. Dan harus masuk lewat pintu di sisi barat,” kata Sapa’ah.

Akibat sepinya pembeli, ia sementara memutuskan libur jualan. Sehingga, modalnya tidak menyusut.

Baca Juga :  Dua Kecamatan di Lampung Utara Akhirnya Diguyur Hujan Deras, Redakan Suhu Panas dan Debu Vulkanik

“Sementara tutup dahulu. Biasa saya sehari bisa jualan Pisang Sampai 700-800 ribu sehari, saat ini tidak sampai 700 ribu hanya 80 ribu sehari. Mumet pikiran saya ini. Karena ini merupakan satu-satunya pekerjaan untuk menghidupi kebutuhan keluarga,” jelas Sapa’ah warga Pasrepan penjual pisang.

Hal senada juga diungkapkan Lilik. Pedagang Ayam Potong itu juga merasa dirugikan. Parkir elektronik itu membuat dagangannya sepi pembeli. Ia berharap agar portal atau parkir eletronik itu ditiadakan dan pintu masuk seperti semula.

“Ini jualannya saya kurangi. Biasanya sehari bisa laku antara Rp 40 kilogram , saat ini hanya Rp 4 kilogram sehari. Karena tidak ada yang beli, otomatis dagangan Ayam potong saya menurun. Tolong, parkir berbayarnya di hapus dan pintu-pintu masuk ke dalam area pasar dibuka kembali. Kalau tidak, kita bisa gulung tikar,” kata Lilik.

Berita Terkait

Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumber Anyar Mlandingan
Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi
Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD
Rifa’i (IIK) Raih Nomor Urut 1, Simbol satu: Menang Satu dulu Baru Dua 
Baru Diresmikan, Jembatan Buk Wedi Pasuruan Ditemukan Retak: Mutu Proyek Miliaran Rupiah Disorot
Rusman Terpilih Jadi Admin WAG Padang Howo, Anggota Sambut Sukacita dan Siapkan Acara Syukuran di Valensia
Gunung Merapi Muntahkan 17 Kali Lava Pijar hingga Sejauh 2 Km, Status Masih Siaga
Sebut Ada Modus ‘Layangan Putus’, Kuasa Hukum VK Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Gadai Mobil di Pekalongan
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:35 WIB

Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumber Anyar Mlandingan

Kamis, 17 September 2026 - 08:44 WIB

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

Rabu, 16 September 2026 - 20:59 WIB

Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD

Rabu, 16 September 2026 - 15:33 WIB

Baru Diresmikan, Jembatan Buk Wedi Pasuruan Ditemukan Retak: Mutu Proyek Miliaran Rupiah Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 13:37 WIB

Rusman Terpilih Jadi Admin WAG Padang Howo, Anggota Sambut Sukacita dan Siapkan Acara Syukuran di Valensia

Selasa, 15 September 2026 - 00:25 WIB

Gunung Merapi Muntahkan 17 Kali Lava Pijar hingga Sejauh 2 Km, Status Masih Siaga

Senin, 14 September 2026 - 18:14 WIB

Sebut Ada Modus ‘Layangan Putus’, Kuasa Hukum VK Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Gadai Mobil di Pekalongan

Senin, 14 September 2026 - 17:42 WIB

Sebelum Akad Nikah, Catin di Jatibanteng Situbondo Kini Jalani Inovasi ‘SELAMETAN

Berita Terbaru