Wow…Ratusan Kaum Muda Siap di Kukuhkan Sebagai Tim Milenial SUKA

- Jurnalis

Minggu, 4 Agustus 2024 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merangin Jambi, Realitapublik.id – Ratusan Kaum muda (Milenial) pendukung Bakal Calon (Balon) Bupati Merangin pasangan M. Syukur-Khafid Moein (SUKA) Memadati Mlangun Coffe di kawasan Ujung Tanjung Kelurahan Pasar bawah Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, Sabtu (03/08/2024).

Kehadiran pasangan bang Syukur dan Mas Khafied didampingi istri juga hadiri Ketua Partai Koalisi SUKA, Ahmad Kausari ketua PAN, Nasihin ketua PKB, tim Pemenangan dan tim Srikandi serta sekira 500 lebih kaum Milenial se-Kabupaten Merangin dengan Memakai seragam kaos hitam berlogo SUKA.

Menurut Direktur Milenial SUKA, tim Milenial yang dikukuhkan diantaranya tim Kopaska, tim GWI, tim Basda, tim Gaskan, hingga Korwil dan Korcam, kurang lebih berkisar 500 orang dan jumlah akan bertambah seiring berjalannya waktu dengan dikukuhkannya tim Milenial ditingkat Desa dan Kecamatan.

“Jiwa bang Syukur itu jiwa Milenial, semangat juang kaum Milenial sangatlah luar biasa. Bersama tim dari Partai Koalisi, tim Pemenangan, tim Srikandi dan tim sayap lainnya, Kami siap bergerak memenangkan pasangan SUKA untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Merangin periode 2024-2029,” ujar Andri Rustandi.

Baca Juga :  Cegah Kebakaran Way Kambas Meluas, Satgas Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Ia juga sangat yakin, bahwa pasangan Syukur- Khafied Moein ini adalah pasangan yang serasi dan punya segudang pengalaman yang sudah tidak diragukan lagi dengan berbagai macam prestasi.

“Bang Syukur 3 periode bergelimang di DPD, Sedangkan Mas Khafied pernah menjabat sebagai Kepala Dinas di 7 Instansi, Sekda Merangin, Wakil Bupati Merangin periode 2013-2018, dan selanjutnya pernah menjabat Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2019-2024. Dengan demikian, ke-2 pasangan ini bisa Membawa perubahan untuk menuju Merangin Baru 2024-2029 mendatang,” ungap Andri Rustandi.

Khafied Moein juga menjelaskan sedikit tentang kondisi keuangan Kabupaten Merangin yang kurang memadai dan tantangan pembangunan Daerah secara geografis, Kabupaten Merangin memiliki luas 7.668 kilometer persegi yang terbagi dalam 24 Kecamatan dengan jumlah penduduk 370.000 jiwa dan mata pilih sekitar 265.000 orang. Jumlah APBD Merangin berkisar 1,3 Triliun 800 Miliar, diantaranya habis digunakan untuk membayar gaji dan biaya rutin ASN dan sisanya untuk membangun.

Baca Juga :  Re-LUN Desak Penataan Total Manajemen dan Usut Transparansi Proyek di Internal PLN

“Rasanya, dana 500 miliar pertahun sangatlah tidak cukup untuk membangun Kabupaten Merangin. Hal ini belum lagi diperparah dengan adanya defisit anggaran dan penarikan kebijakan otonomi Daerah, Kabupaten Merangin membutuhkan sosok yang mampu membawa dana dari pusat untuk membangun. jika seandainya kita di amanahkan, kita akan berupaya semaksimal mungkin membawa perubahan,” ujar Mas Khafid sapaan akrabnya.

“Saya yakin, kedepannya Bang Syukur mampu membawa Misi Merangin baru, mampu meningkatkan pendapatan Daerah untuk Kabupaten Merangin. Dengan pengalaman selama 15 tahun di DPD/MPR RI, beliau berhasil membangun relasi yang cukup luas. Ini dibuktikan dengan mendapatkan dukungan parpol dari PKB, Nasdem, PAN, Demokrat dan PKS. Insya Allah, dukungan itu masih akan terus bertambah,” imbuhnya.

Bang Syukur mengucapkan rasa terimakasih kepada seluruh Tim Milenial yang membuatnya berdecak kagum dengan semangat Milenial SUKA ikut serta di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Merangin 2024-2029.

Baca Juga :  Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

“Hari ini, Kita tunjukkan dan Kita buktikan bahwa Bangsa ini tidak pernah lepas dari pemuda, konstitusi bangsa ini diisi oleh anak-anak muda, jika ingin ada perubahan, maka anak muda atau kaum milenial harus ambil bagian. Sudahilah black campaign, sekarang sudah tidak jaman menyebar fitnah, mencemooh dan sebagainya, ucap bang Syukur.

Harapnya, anak muda harus bisa ikut mengambil bagian terhadap Negeri dan tidak hanya menjadi penonton atau pengikut, karena tantangan 20 tahun kedepan usia mulai renta dapat menikmati perbuatan hasil seperti dia pada usia 28 tahun menjadi anggota termuda DPD RI.

“Anak muda bukan tidak bisa berbuat, ini hanya soal kesempatan karena anak muda sangat mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri. Kita semua memiliki jiwa kepemimpinan, tinggal kemauan dan kesempatannya saja,” pungkasnya. (Mansurdin)

Penulis : Mansurdin

Editor : Chu

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru