Situbondo, realitapublik.id – Ada beberapa proyek desa yang sumber anggarannya dari dana desa (DD) tahun 2024, hingga memasuki awal Maret 2025 belum selesai.
Pantauan realitapublik.id, beberapa proyek fisik desa di Kabupaten Situbondo, ada yang belum diselesaikan tepat waktu. Salah satunya, proyek jalan rabat di Desa Alas Bayur, Kecamatan Mlandingan.
Menurut keterangan salah satu pekerja, bahwa proyek jalan rabat itu mulai dikerjakan sejak beberapa hari lalu. “Sudah 7 hari pak,” kata salah satu pekerja, di lokasi proyek, Senin, 3 Maret 2025.
Pekerja lainnya mengatakan, bahwa proyek jalan rabat yang sedang dikerjakan sepanjang kurang lebih tiga ratus empat puluh meter.
“Kalau ketebalan kurang lebih tujuh centimeter dari atas lantai jalan rabat yang lama,” kata salah pekerja yang mengaku berasal dari Desa Alas Bayur dan bukan kepala tukang, saat dikonfirmasi di lokasi proyek.
Dia menyebutkan pekerjaan yang sudah diselesaikan, sepanjang seratus meter.
“Yang selesai, sekitar seratus meter,” katanya.
Namun dia mengaku tidak tahu, saat ditanya sumber anggaran kegiatan proyek jalan rabat dari mana, dan papan informasinya dipasang dimana.
“Tidak tahu pak, lebih baik tanya saja langsung ke kepala desa sini,” katanya.
Untuk mengetahui informasi jelas terkait kegiatan proyek jalan rabat yang dikerjakan di Desa Alas Bayur sejak 7 hari lalu namun papan informasi tidak terpasang, awak media ini mengkonfirmasi Kepala Desa Alas Bayur.
“Papan informasi belum dipasang,” kata Kepala Desa Alas Bayur, Relawati, saat dikonfirmasi via telepon.
Kepala Desa Alas Bayur mengaku bahwa proyek rabat itu anggarannya bersumber dari DD tahun 2024.
Mirisnya lagi, Relawati mengaku bahwa dana untuk kegiatan proyek fisik tahun anggaran 2024 tersebut telah dipinjam oleh dirinya untuk bayar hutang.
“Itu anggaran DD tahun 2024, tapi uangnya dipinjam dulu untuk bayar hutang,” kata Relawati.
Ketika dikonfirmasi, Kades Alas Bayur sempat meminta kepada wartawan untuk ikut memviralkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak di Desa Alas Bayur akibat bencana longsor dan banjir.
“Warga butuh jalan dan jembatan yang rusak diperbaiki, aplod dan viralkan juga jalan dan jembatan yang rusak agar dapat bantuan, jangan hanya proyek saja yang dilihat,” ujarnya
Sementara itu, Ivan Rasyidi salah satu aktivis LSM yang turut melakukan kontrol ke lokasi, ia berharap agar ada tindakan tegas dari pemerintah.
“Kami harap ada sanksi tegas yang diberikan kepada desa yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Jika dibiarkan, hal serupa dipastikan akan terjadi pada tahun anggaran berikutnya,” kata Ivan.
Kata Ivan, bila perlu pihaknya akan melaporkan desa yang proyeknya amburadul ke APH. “Kami akan terus memantau desa-desa lainnya,” pungkasnya.(*)
Penulis : Redaksi






