Kota Pekalongan, realitapublik.id – Mentari Kota Pekalongan beranjak condong ke barat, sinarnya tak lagi menyengat. Dibeberapa titik ruas jalan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sekelompok orang dengan senyum merekah menyambut para pengguna jalan, Minggu, 09 Maret 2025.
Para pembagi takjil ini adalah masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Nusantara (IMASTARA).
Dalam kiprahnya, organisasi yang dicetuskan oleh Andy Wong pada 21 Mei 2021, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial. Salah satunya, berbagi takjil, sebagai refleksi dari pentingnya merawat kebersamaan sekaligus simbol harmoni antarsesama di bulan Ramadan.
“Kami ingin hadir untuk sesama, terutama di bulan suci ini. Ramadan adalah momentum berbagi dan mempererat tali persaudaraan,” kata Ketua IMASTARA, Sugiantoro atau yang akrab disapa Simbun.

Kegiatan berbagi paket takjil pada hari ke-9 di bulan Ramadan 1446 Hijriah ini, adalah bukan kali pertama diadakan oleh IMASTARA.
Kali ini, sebanyak ratusan paket takjil dibagikan IMASTARA kepada para pengguna jalan, tukang becak, dan masyarakat umum yang melintas di lokasi kegiatan pembagian paket takjil.
“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Semoga ini bukan hanya tentang takjil, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi mereka yang menerima,” kata Sugiantoro.

IMASTARA berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial lainnya di berbagai kesempatan lainnya. Harapannya, dengan semangat kebersamaan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Pantauan realitapublik.id di lokasi, aksi berbagi yang dilakukan IMASTARA disambut hangat oleh masyarakat.
Banyak pengguna jalan yang mengapresiasi kegiatan tersebut, termasuk para tukang becak yang kerap mengandalkan pendapatan harian untuk mencukupi kebutuhan hidup.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami yang sedang bekerja di jalan. Kadang belum sempat beli makanan untuk berbuka, tiba-tiba ada yang berbagi seperti ini, rasanya senang sekali,” ujar Marjuki, seorang tukang becak yang menerima takjil.
Senada dengan Marjuki, seorang pengendara motor bernama Rian juga mengungkapkan apresiasinya.
“Di tengah perjalanan, dapat takjil gratis itu rasanya seperti rezeki yang tidak terduga. Semoga IMASKARA terus melakukan kegiatan positif seperti ini,” tuturnya.(*)
Penulis : M. Izul Faqih/Hema Sembada
Editor : Abdul Hakim
Sumber Berita : realitapublik.id






