Praktik Jual Beli Tanah Perum Perhutani di Indramayu Masih Marak

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Objek tanah empang yang diperjualbelikan warga.(Foto:Suroso/realitapublik.id)

Objek tanah empang yang diperjualbelikan warga.(Foto:Suroso/realitapublik.id)

Indramayu, realitapublik.id – Dugaan adanya praktik jual beli tanah Perum Perhutani KPH di Kabupaten Indramayu menjadi bola liar yang tidak bisa dibendung. Penjualan lahan kawasan hutan seharusnya ada penertiban dalam pengembalian fungsi hutan yang tidak hanya sebatas narasi belaka.

Kawasan Hutan Lindung Purwa, Desa Totoran, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Dua orang, CR (Inisial), totoran blok Ki buyut kepel dan AM, pabean Ilir blok Ki buyut Datuk diduga menjual belikan lahan garapannya kepada H. KST

“Informasi yang diterima dari KATIMAH Blok Pancer 1 RT 12/3 Desa Totoran, nilai kesepakatan jual beli lahan kawasan hutan tersebut mencapai Rp 30 juta dari harga yang sudah disepakati. Jelas Administratur (ADM) Perum Perhutani KPH Indramayu, Kata Pak Sam (Asper). Saat dikonfirmasi tim media, Sabtu (17/5/2025).

Baca Juga :  Banjir Bandang Terjang Moga Pemalang, Satu Warga Tewas Terseret Arus Sungai Gintung

lanjut Katimah, lahan yang dijual CR dan AM. Lahan yang diperjualbelikan tersebut berada di kawasan hutan produksi yang dimanfaatkan tidak prosedural dan itu hak garapan saya.

“Itu non prosedural. Saya KATIMAH pemegang ijin pemelihara tanaman hutan yang ada dikawasan hutan negara No 153/41/Pw/I/1995. Petak 41 Purwa Indramayu, Andil 6 dengan luas 2.502.50 Ha, tidak pernah menandatangani apapun. Apalagi menjual kepada H. KST, memang saat itu di kumpulkan di Desa Totoran tapi saya tidak mau tanda tangam, karena prosedur itu tidak ditempuh dan kita tidak diberitahu dari pertama CR, AM menjualnya. Yang kedua, jual beli kawasan hutan negara itu tidak boleh. Penggarap lahan tidak boleh menjual belikan. Nah terduga ini juga bukan penggarap seperti kita,” tandasnya.

Baca Juga :  Pantang Libur, LSM Pejuang 24 Siasati Penyaluran Paket Pangan Siap Saji untuk Korban Banjir di Hari Minggu

Sementara itu, Eman dari Lembaga Swadaya Masyarakat BAGASPATI menyesalkan dengan adanya praktik jual beli tanah PERUMTANI di Kabupaten Indramayu. Hal ini di buktikan oleh Carilah dan Asih yang menjual lahan garapan milik PERUMTANI kepada H. Kasanto.

“Jual beli tanah garapan PERUMTANI (TANAH NEGARA) ini sudah melanggar Pasal 50 Ayat 3F UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Pasal 385 KUHP soal penyerobotan lahan.”

Baca Juga :  Polres Pekalongan Kota Intensifkan Patroli Malam, 18 Kendaraan Tak Sesuai Standar Diamankan

Kami dari LSM akan menindak lanjuti untuk melaporkan, baik kepada Kementrian Kehutanan, PERUMTANI Kabupaten Indranayu dan Kejaksaan, adanya praktik jual beli lahan kawasan hutan yang dilarang negara. Ini sekaligus menjawab tudingan bahwa gerak cepat Perhutani untuk mengembalikan fungsi hutan di Blitar, bukan gebrakan belaka,” pungkasnya.

Sampai dengan berita ini ditayangkan, Pihak PERUMTANI Kabupaten Indramayu akan memanggil semua pihak dan Investigasi, bila perlu tanah yang disengketakan akan disegel.

Penulis : Suroso

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Warga Kagungan Ratu Geger, Lansia 75 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kebun Karet
Kawal Kualitas Makan Bergizi Gratis, Satgas MBG Tubaba Sidak Tiga Dapur SPPG di Tirta Kencana
Wabup Nadirsyah Pimpin “Tubaba Q Sehat” di Pagar Dewa: Dorong Jemput Bola Kesehatan & Inovasi Sampah Jadi Kas Pengajian
Bupati Novriwan Jaya Lepas Kontingen Muhammadiyah Tubaba Menuju Olympic AD VIII Nasional
Ansyori Sabak Terpilih Aklamasi Pimpin KONI 2026–2030
Dorong Ekonomi Lokal dan Disiplin Siswa, Pemkab Tubaba Luncurkan Menu MBG Daging Kambing
KOMPPPAK Sukses Kawal Aspirasi: Jasa Tirta I Resmi Gratiskan Portal Lahor bagi Warga Lokal dan Pelajar
Wabup Romli Lantik Sekda dan Dua Kepala OPD: “ASN Jangan Bekerja Setengah Hati”
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:08 WIB

Warga Kagungan Ratu Geger, Lansia 75 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kebun Karet

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:55 WIB

Kawal Kualitas Makan Bergizi Gratis, Satgas MBG Tubaba Sidak Tiga Dapur SPPG di Tirta Kencana

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:42 WIB

Wabup Nadirsyah Pimpin “Tubaba Q Sehat” di Pagar Dewa: Dorong Jemput Bola Kesehatan & Inovasi Sampah Jadi Kas Pengajian

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:26 WIB

Bupati Novriwan Jaya Lepas Kontingen Muhammadiyah Tubaba Menuju Olympic AD VIII Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:23 WIB

Ansyori Sabak Terpilih Aklamasi Pimpin KONI 2026–2030

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:54 WIB

KOMPPPAK Sukses Kawal Aspirasi: Jasa Tirta I Resmi Gratiskan Portal Lahor bagi Warga Lokal dan Pelajar

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:04 WIB

Wabup Romli Lantik Sekda dan Dua Kepala OPD: “ASN Jangan Bekerja Setengah Hati”

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:42 WIB

Teror Pinjaman Berdarah di Wagir: Oknum Rentenir Diduga Ancam Habisi Nyawa Satu Keluarga

Berita Terbaru

Berita

Ansyori Sabak Terpilih Aklamasi Pimpin KONI 2026–2030

Selasa, 10 Feb 2026 - 20:23 WIB