King Abdi Dipanggil Polisi Terkait Promosi Toko Miras di Malang

- Jurnalis

Minggu, 20 Juli 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG realitapublik.id – Polresta Malang Kota memanggil King Abdi, seorang konten kreator dan MasterChef, untuk klarifikasi terkait video promosi toko miras Sari Jaya 25 di Jalan Sukarno Hatta, Kota Malang.

 

Pemanggilan ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang konten tersebut yang menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dewan, ulama, dan tokoh masyarakat.

 

“Ini undangan klarifikasi atas video yang beredar” Kata Yudi saat dikonfirmasi awak media usai kehadiran King Abdi yang memenuhi panggilan Polisi di Satreskrim Polresta Malang Kota. jumat 18/07/2025.

Baca Juga :  Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses

 

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menentukan ada tidaknya unsur-unsur pelanggaran pidana dalam kasus ini. Pemilik toko Sari Jaya 25 juga dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dan terancam sanksi tegas, termasuk penutupan toko dan penyegelan oleh polisi.

Baca Juga :  Kualitas Udara PALI Masih Kritis, Kebijakan Belajar dari Rumah Resmi Diperpanjang

 

Klarifikasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pelanggaran hukum dalam kasus promosi toko miras Sari Jaya 25 oleh King Abdi. Setelah klarifikasi, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan ada tidaknya unsur-unsur pelanggaran pidana.

 

Proses ini akan membantu pihak kepolisian untuk memahami kasus tersebut secara lebih mendalam dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Gelar Sosialisasi PIPWK Ke-1 di Tiyuh Jaya Murni, Putra Jaya Umar Tekankan Penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

 

” Dari ini semua kita akan melakukan penyelidikan dulu, apakah ada pelanggaran hukum atau tidak, kita pelajari dan kita kumpulan bukti bukti ” Kata Yudi.

 

King Abdi memenuhi panggilan polisi dan menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam. Setelah klarifikasi, King Abdi menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena perannya dalam mempromosikan toko miras tersebut.

Penulis : Bil

Editor : Chu

Berita Terkait

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Berita Terbaru