Pemkab Batang Sebut 370 Titik Lahan Pertanian Warga Terdampak Rob

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Batang, Suyono, saat menerima bibit tanaman mangrove dari perwakilan PT. Bhimasena Power indonesia, pada acara penanaman pohon mangrove di Batang, Rabu (15/10/2025). (Photo Feri Eka S/realitapublik.id)

i

Wakil Bupati Batang, Suyono, saat menerima bibit tanaman mangrove dari perwakilan PT. Bhimasena Power indonesia, pada acara penanaman pohon mangrove di Batang, Rabu (15/10/2025). (Photo Feri Eka S/realitapublik.id)

BATANG JATENG realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyebutkan ada sekitar 370 titik lahan pertanian milik masyarakat maupun pemerintah yang saat ini terdampak naiknya air laut kepermukaan daratan (rob) sehingga sudah tidak bisa ditanami lagi.

 

Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan bahwa upaya penyelamatan pesisir bagian utara Jawa Tengah kembali digalakkan melalui program “Mageri Segoro” yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

 

“Program ini bagian dari upaya mengantisipasi perubahan iklim yang dampaknya sudah nyata yaitu air rob yang masuk ke permukaan daratan. Di daerah ini ada sekitar 370 titik lahan yang terdampak,” kata Wabup, Rabu, 15 Oktober 2025, di Batang.

Baca Juga :  DPD Golkar Tubaba Tinjau Kebakaran Pasar Mulya Kencana, Desak Pemkab Segera Lakukan Relokasi 

 

Menurutnya, daerah ini menjadi salah satu titik penting pelaksanaan kegiatan ini dengan menanam 1,3 juta bibit mangrove yang tersebar di 17 lokasi pesisir utara. “Termasuk 57 ribu yang sudah ditanam di wilayah ini,” kata Wabup menambahkan.

 

Lebih lanjut Wabup Suyono mengatakan, program Mageri Segoro, ini menjadi langkah konkret dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim terutama kenaikan permukaan air laut (rob) dan abrasi yang mulai mengancam permukiman warga sekitar

 

“Kondisi di lapangan sudah cukup sangat mengkhawatirkan. Air laut saat ini telah mencapai teras-teras rumah warga di wilayah Kecamatan Batang dan sekitar 370 hektare lahan pertanian sudah tidak bisa ditanami karena tergenang air asin’ ujarnya ”

Baca Juga :  Ketua DPD Golkar Tubaba Tinjau Kebakaran Pasar Mulya Kencana, Desak Pemkab Segera Lakukan Relokasi

 

Selain upaya konservasi lahan, kata Beliau ” pemerintah daerah juga berfokus pada pembangunan kesadaran masyarakat pesisir karena penanaman mangrove tidak akan sukses tanpa peran dan partisipasi aktif khususnya warga sekitar daerah terdampak ( rob ) dan semua lapisan masyarakat kabupaten Batang pada umumnya yang cinta dan peduli akan kelestarian lingkungan sekitar ”

 

“Sejak puluhan tahun kita sudah melakukan penanaman tetapi yang bertahan hanya di beberapa titik saja , Oleh karena itu pendekatannya sekarang tidak hanya fisik tetapi juga sosial membangun kesadaran masyarakat,” ujar Beliau ”

Baca Juga :  Perkuat Pertahanan Papua Barat, Menhan Instruksikan Yonif TP 808/MM Dukung Sektor Kesejahteraan 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Rusmanto mengatakan penanganan rob terus dilakukan dengan penanaman mangrove.

 

“Kami mencatat proses penanaman mangrove secara masif di wilayah pesisir sudah dimulai sejak Tahun 2021, sebelum rob semakin bertambah parah. Saat ini sekitar 3 kilometer garis pantai di Kabupaten Batang telah terdampak abrasi dari titik awal kegiatan,” kata Beliau ”

 

Penulis: Feri Eka S

Editor : Red

Berita Terkait

Maklumat PBNU: Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dimulai pada Rabu 17 Juni 2026
Ribuan Warga Sebani Tumpah Ruah Semarakkan Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1448 H
Tingkatkan Kesadaran Hukum Warga, Polres Tubaba Gelar Penyuluhan di Gading Kencana
Menantang Hukum di Balik Secangkir Kopi: Investigasi Warung Nakal Penjual Tramadol di Ciomas Bogor
Semarak HUT Ke-80, Pemkab Lampung Utara Gelar Parade Mighul dan Pawai Budaya
KBLI 2025 Berlaku Mulai 18 Juni 2026, DPMPTSP Jateng Imbau Pelaku Usaha Segera Sesuaikan Dokumen Perizinan
Wali Kota Pekalongan Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Unggul dalam Pengelolaan Kesehatan Publik
Regenerasi Kepengurusan PK Tumijajar, Golkar Tubaba Siap Hadapi Pemilu Mendatang
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:08 WIB

Maklumat PBNU: Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dimulai pada Rabu 17 Juni 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ribuan Warga Sebani Tumpah Ruah Semarakkan Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 19:12 WIB

Tingkatkan Kesadaran Hukum Warga, Polres Tubaba Gelar Penyuluhan di Gading Kencana

Senin, 15 Juni 2026 - 17:56 WIB

Menantang Hukum di Balik Secangkir Kopi: Investigasi Warung Nakal Penjual Tramadol di Ciomas Bogor

Senin, 15 Juni 2026 - 09:09 WIB

KBLI 2025 Berlaku Mulai 18 Juni 2026, DPMPTSP Jateng Imbau Pelaku Usaha Segera Sesuaikan Dokumen Perizinan

Senin, 15 Juni 2026 - 08:36 WIB

Wali Kota Pekalongan Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Unggul dalam Pengelolaan Kesehatan Publik

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:00 WIB

Regenerasi Kepengurusan PK Tumijajar, Golkar Tubaba Siap Hadapi Pemilu Mendatang

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:50 WIB

Pimpin Apel Sensus Ekonomi 2026, Bupati Mas Rio: Bohong dalam Sensus dan Riset Itu Dosa Besar!

Berita Terbaru