Mahkamah Agung Kabulkan PK, Pengusaha Bantal di Pasuruan Hirup Udara Bebas

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA PASURUAN realitapublik.id – Suasana haru dan suka cita menyelimuti halaman Lapas Kelas II Kota Pasuruan pada Jumat malam (31/10/2025). Tepat usai waktu Maghrib, Debby Afandi Bin Suhary akhirnya dibebaskan setelah Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan tim kuasa hukum dari Sahlan Azwar Law and Firm.

 

Debby, yang sebelumnya menjalani hukuman sejak Juli, kini resmi dibebaskan setelah putusan PK MA menyatakan dirinya tidak terbukti melakukan tindak pidana.

Begitu pintu lapas terbuka, Debby langsung disambut pelukan hangat oleh istrinya, Daris Nur Fadhilah, saudara-saudara, dan rekan-rekan dari Asurban (Asosiasi Kasur dan Bantal) yang turut memberikan dukungan moral.

 

“Alhamdulillah, senang sekali rasanya. Perasaan ini campur aduk, antara percaya dan tidak percaya. Tapi saya yakin ini kemenangan dari Allah. Sabar di jalan kebenaran pasti berbuah rahmat,” tutur Debby dengan mata berkaca-kaca sesaat setelah keluar dari lapas.

Baca Juga :  Bentrokan Pemuda PN dan KS Berakhir Damai di Polres Pasuruan Kota
Suasana bahagia istri menyambut Debby saat keluar dari pintu Lapas Kota Pasuruan

Kuasa hukum Debby, Sahlan, S.Pd., MH, CTA, CMe, CLA, CCL, menyebut kebebasan kliennya sebagai kemenangan hukum dan keadilan.

“Momen ini menunjukkan bahwa hukum masih bisa adil dan memberikan kepastian. Mahkamah Agung telah memutus bahwa Pak Debby tidak terbukti melakukan tindak pidana apa pun. Sejak awal, tidak ada niat jahat, tidak ada tindakan kriminal,” jelas Sahlan.

 

Sahlan menekankan, kliennya kini memenangkan dua perkara besar, yakni bebas murni dari jeratan pidana, dan sebelumnya telah memenangkan perkara perdata terkait merek “Harvest” di tingkat banding.

 

Baca Juga :  Kukuhkan Calon Anggota BPD Baru, Pemdes Pasir Eurih Jamin 30 Persen Keterwakilan Perempuan

Setelah kebebasan ini, tim kuasa hukum berencana menempuh langkah hukum lanjutan terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak profesional.

“Kami akan melaporkan oknum jaksa, penyidik, dan pelapor yang diduga memaksa kasus ini menjadi pidana. Ini jelas bentuk ketidakprofesionalan dan bahkan bisa digolongkan sebagai tindakan zalim,” tegas Sahlan.

 

Selain itu, karena perkara merek ‘Harvest’ telah dimenangkan Debby di ranah perdata, Sahlan juga akan menempuh tuntutan perdata. “Kami akan mengkaji langkah hukum pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap pelapor,” tambahnya.

 

Ketua Asurban, Ahmad Yani, yang hadir menjemput, tak dapat menutupi rasa lega dan menyebut kemenangan Debby sebagai simbol perjuangan pengusaha kecil.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama berjuang, akhirnya titik terang itu datang juga. Ini bukti bahwa kebenaran tidak bisa dikubur. Kami harap tidak ada lagi kejadian seperti ini menimpa orang yang hanya berjuang mencari nafkah dengan jujur,” kata Ahmad Yani.

Baca Juga :  Semarakkan HUT Ke-81 Jatim, Pasar Murah Dadakan Diserbu Warga Panggungrejo

 

Di sisi lain, Daris Nur Fadhilah, istri Debby, tak henti menahan tangis bahagia. “Alhamdulillah, suami saya menang. Ini membuktikan bahwa suami saya tidak bersalah. Allah Maha Adil, dan akhirnya kebenaran itu datang juga,” ucapnya sambil memeluk erat sang suami, menyebut momen itu sebagai jawaban atas doa panjangnya.

 

Dengan kebebasan ini, Debby Afandi menegaskan bahwa kebenaran akhirnya berpihak kepada yang benar.

“Ini bukan hanya kemenangan saya, tapi kemenangan bagi setiap orang yang percaya pada keadilan dan tetap sabar di jalan kebenaran,” tutup Debby dengan senyum penuh syukur.

Penulis : Chu

Berita Terkait

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila
Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung
Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi
Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka
Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian
Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual
Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito
Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIB

Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WIB

Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian

Selasa, 3 November 2026 - 13:36 WIB

Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual

Senin, 2 November 2026 - 14:22 WIB

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito

Senin, 2 November 2026 - 12:33 WIB

Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK

Berita Terbaru